Share

Anies Tegaskan Banjir Surut Bukan Semata-mata karena Gravitasi, tapi...

Jonathan Nalom, MNC Media · Minggu 31 Oktober 2021 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 31 338 2494513 anies-tegaskan-banjir-surut-bukan-semata-mata-karena-gravitasi-tapi-XPhPlqce60.jpg Gubernur DKI Anies Baswedan (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara soal penanganan banjir di wilayah hukumnya yakni Provinsi DKI Jakarta. Anies menekankan, surutnya air akibat banjir bukan semata-mata karena gravitasi, namun juga didukung oleh pompa air.

“Ketika sebuah kawasan tergenang, biasanya bisa sampai 3-4 hari, di hari itu semua damkar dikerahkan. Kemudian, pompa mobile dikerahkan, tangki penyiraman air dikerahkan untuk menarik air dan itu surutnya bukan semata-mata gravitasi, tapi karena ditarik oleh pompa,” tutur Anies di Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, 6 Provinsi Masuk Kategori Siaga Banjir Bandang

Anies menambahkan, pihaknya memastikan sebuah simulasi pembagian tugas serta memberikan latihan langsung dalam penanganan banjir. Sebab, lanjut Anies, genangan dan banjir kerap ditemui di Jakarta ketika terjadi hujan yang melebihi kapasitas drainase seperti Februari tahun lalu.

“Itu semua memerlukan manajemen, semuanya memerlukan skenario, itu semua memerlukan simulasi, dan itu yang kita kerjakan,” tambah Anies.

“Dengan simulasi itu maka bukan hanya pembagian tugas, tapi juga latihan di lapangan untuk bisa menangani," sambungnya.

Baca Juga:  Banjir 1,5 Meter Rendam Belasan Rumah di Tambun Utara Bekasi

Dalam kesempatannya, Anies juga menjelaskan mengenai penanganan pasca banjir apabila banjir tak dapat dihindari. Pihaknya menyediakan sebuah tempat pengungsiaan dengan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, dia juga optimis dapat menyelesaikan penanganan pasca banjir apabila banjir juga terjadi.

“Terkait penanganan pengungsi itu sudah disiapkan tempat-tempatnya, protokol kesehatannya dan kita berharap tentu musim penghujan kali ini mudah-mudahan kita dijauhkan dari banjir,” jelasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

“Karena jumlah jumlah hujan itu di luar kendali kita, tapi bila curah hujan melampaui ambang batas, maka kita punya target untuk menyelesaikan secepatnya,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Anies menegaskan dalam menghadapi banjir, pihaknya telah menargetkan agar 6 jam setelah harus sudah surut. Anies menjelaskan, sistem drainase di Jakarta kapasitasnya 100 mm per hari.

“Jadi, kalau hujan di bawah 100 mm per hari, di jalan-jalan utama tidak boleh banjir. Kalau di kawasan bukan jalan raya, jalan utama, itu sistem drainasenya kira-kira 50 mm per hari. Nah, ini kata kunci kalau di bawah 100 mm dan di bawah 50 m tidak boleh banjir,” katanya saat menghadiri Rakornas BMKG, Jumat 29 Oktober 2021.

Tapi, kata Anies, jika hujan ekstrem di atas 100 mm ditambah dengan adanya fenomena La Nina yang menyebabkan potensi hujan intensif ekstrem dengan jangka pendek yang menyebabkan genangan pihaknya menargetkan 6 jam ketika hujan berhenti harus segera surut.

“6 jam harus surut. Jadi 6 jam sesudah air hujan berhenti, tempat yang di situ terjadi genangan harus bisa surut dalam 6 jam,” tegas Anies.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini