Share

Bima Arya Minta Warga Kota Bogor Siaga Bencana

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 09 November 2021 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 338 2498730 bima-arya-minta-warga-kota-bogor-siaga-bencana-pzbCnYDXGN.jpg Wali Kota Bogor, Bima Aarya (foto: dok Okezone)

BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto meminta kepada semua warga untuk bersiaga menghadapi bencana. Terutama, bagi warga yang tinggal di daerah atau titik rawan terjadi bencana.

"Sekarang fase siaga bencana, titik-titik yang rawan disiagakan semua warga yang memang berada di titik rawan diminta untuk tidak ada di lokasi menghidar ketika bencana dan titik-titik ini sudah dilakukan penanganan jadi ada ibu yang terluka di sini sudah ditangani," kata Bima, usai meninjau lokasi longsor di Kampung Kramat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Kota dan Kabupaten Bogor Dilanda 39 Bencana Dalam Sehari, 2 Orang Hanyut

Bima menambahkan, warga yang tinggal di rawan bencana apalagi tidak memiliki legalitas juga diminta secara bertahap untuk pindah. Karena, jika masih bertahan dikhawatirkan menimbulkan korban.

"Paling penting supaya tidak terjadi lagi dan tidak ada korban saya minta dipindah dan warga sudah setuju dicarikan pak Lurah lokasi tempat lain karena tempat itu tidak bisa digunakan lagi. Ini juga peringatan kepada semua warga yang tinggal di daerah rawan dan tidak ada legalitasnya secara bertahap bergeser. Ini contohnya karena kawasannya rawan ya, tapi saya gembira warga menyadari dan keinginan sendiri tidak mau tinggal lagi di situ," ungkap Bima.

Baca juga:  Longsor Timpa Rumah Warga di Bogor, 2 Orang Terluka

Untuk korban longsor yang terjadi kemarin di Kampung Kramat, pihaknya telah meminta kepada aparatur wilayah setempat untuk mencarian hunia tetap yang lebih aman. Termasuk mencukupi kebutuhan sementara korban terdampak.

"Jadi BPBD siaga, Camat, Lurah siaga semua dan saya minta bantu carikan kontrakan tempat permanen dan kebutuhan lain yang ada dicukupi. Dana bantuan tak terduga (BTT) bencana Rp 6 miliar sampai akhir tahun ini, ya masih ada ruang lah untuk bantu. Tadi juga ada beberapa kebutuhan dari warga terdampak ini bisa dialokasikan dari BTT," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan bahwa hampir seluruh wilayah di Kota Bogor rawan bencana. Karena, 6 kecamatan dilintasi Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane belum sungai kecil lainnya.

"Jadi hampir semuanya (rawan), yang sepanjang aliran sungai maupun di tebingan-tebingan," ucap Teo.

Untuk itu, pihaknya mengimbau bagi warga yang tinggal di daerah rawan untuk selalu waspada. Terlebih, ketika hujan mengguyur cukup lama diminta untuk evakuasi mandiri ke tempat yang aman.

"Kita sampaikan ke teman-teman wilayah agar sama-sama mengingatkan sosialisasi kepada masyarakat. Dimana mereka menyadari posisi mereka (rawan bencana) sehingga di saat intensitas hujan tinggi, jam-jam rawan sore ke malam, mereka bisa evakuasi diri ke tempat aman. Itu yang penting," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini