Sempat Capai 117 Kasus Covid-19, Wagub DKI Sebut Akibat Pelonggaran

Komaruddin Bagja, Sindonews · Senin 08 November 2021 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 338 2498765 sempat-capai-117-kasus-covid-19-wagub-dki-sebut-akibat-pelonggaran-ch7ZdErYfo.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: dok Sindo)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan melalui dokumen yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (7/11), mencatat DKI Jakarta menyumbang kasus positif tertinggi yakni 117 kasus. Namun, ibu kota tidak menambah kasus kematian Covid-19.

 

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sebenarnya kasus Aktif Covid-19 di Jakarta dapat dikendalikan.

"Terkait kasus Covid-19 sesungguhnya kita bersyukur sampai hari ini terjadi penurunan tempat tidur dari 4.577 jadi 200 terpakai jadi 4 persen. Icu juga dari 207 yang disiapkan terpakai 69 turun menjadi 10 persen. Kemudian vaksinnya demikian, vaksin terus meningkat sudah 10.954.750 itu dosis 1. Dosis dua sudah 8.549.211 dosis. Target kita 11.426.456 mudah-mudahan dalam beberapa pekan ke depan sudah bisa terlampaui target yang diputuskan oleh DKI Jakarta," urainya.

Baca juga:   Kasus Aktif Turun 48 Kasus, Warga Diimbau Tetap Patuhi Prokes

Ia menambahkan, terhadap 117 kasus itu memang seiring dengan PPKM yang terus menurun sampai level 1.

"Itu artinya terjadi pelonggaran konsekuensinya kita mulai melonggarkan. Dan adanya pelonggaran juga ada konsekuensi artinya orang semakin besar yang keluar rumah berarti semakin dibukanya restoran, perkantoran, pabrik semua tempat-tempat usaha tempat-tempat kegiatan semakin terbuka semakin besar kapasitasnya dan jam operasionalnya semakin lama itu tentu berpotensi orang yang keluar semakin besar," urainya.

Baca juga:  Malam Ini, RSDC Wisma Atlet Rawat 144 Pasien Covid-19

Menurut Ariza, semakin besar orang yang keluar rumah itu artinya potensi interaksi juga semakin tinggi dan pada akhirnya potensi kerumunan semakin besar.

 

"Itu juga dapat menyebabkan potensi penyebaran yang juga meningkat. Untuk itu tidak ada pilihan. Pilihannya tetap berada di rumah karena rumah adalah tempat yang terbaik kita terbebas dari penyebaran Covid-19," terang politisi Partai Gerindra itu.

Kedua, pastikan laksanakan prokes yang 5 M itu. Jangan kendor jangan euforia harus tetap waspada. Itu saja tidak ada pilihan selain semuanya harus mendapatkan vaksin dosis satu maupun dosis dua.

"Jadi itu saja pilihannya. Mudah-mudahan sekali ada peningkatan nanti secara seiring dengan peningkatan vaksin mudah-mudahan semakin berkurang. Dan perlu kami sampaikan ini kita memasuki akhir tahun libur natal dan tahun baru ini juga terjadi potensi penyebaran. Seperti yang sudah disampaikan jangan sampai di Jakarta terjadi gelombang ketiga. Butuh kerja sama semua pihak, kami minta ditunda dulu kalau perlu dibatalkan yang ingin bepergian jauh ke daerah dan sebagainya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini