Share

Seorang Wanita Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Jogging

Jonathan Nalom, MNC Media · Jum'at 12 November 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 338 2500478 seorang-wanita-jadi-korban-pelecehan-seksual-saat-jogging-fgP3zeA1E3.jpeg Ilustrasi (Dok Okezone)

BEKASI - Seorang wanita berinisial YA, warga Bekasi, menjadi korban dugaan pelecehan seksual. Ia mengungkapkan pengalaman buruk yang menimpanya itu melalui akun di media sosial Twitter.

Kepada MNC Portal Indonesia, YD menceritakan insiden yang membuat dirinya syok. YD mengatakan, pelecehan seksual tersebut terjadi pada Rabu (9/11/2021) pagi. Saat itu ia tengah jogging di pinggir jalan raya kawasan Pamahan, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

“Saya setiap hari emang di situ rute jogging saya. Sepanjang jalan Jatibaru menuju perumahan Sevilla & Monaco dan kawasan PT Jababeka VI,” tutur YD kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (11/11/2021).

Tak ada kecurigaan apapun ketika tengah berlari. Menurutnya kondisi jalanan saat itu tengah ramai mengingat jalanan tersebut merupakan jalur utama. Nahasnya, dia tetap harus menerima pelecehan tersebut. Seorang pengendara motor tiba-tiba saja menyentuh bagian bokongnya.

“Jalanan itu ga pernah sepi, karena kan jalur utama orang berangkat kerja dan kalau sudah siang dikit banyak pekerja konstruksi perumahan baru,” ucapnya.

“Pelakunya hanya satu orang saja. Asumsi saya orang yang mau berangkat kerja. Pelakunya tiba-tiba saja (menyentuh bagian bokong) dan langsung melarikan diri, kenceng banget motornya,” katanya.

Baca Juga : Jurnalis TV Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Pasar Lapor Polisi

YD belum meneruskan kejadian tersebut ke polisi. Selain dia menyadari tidak terdapat CCTV di lokasi untuk alat bukti, saat itu dirinya hanya membeku dan gemetar hingga tak mampu mengingat nomor kendaraan pelaku.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Saya posisi sedang gemeteran & shock pasca kejadian itu,” ungkapnya.

“Saya gak mau nerusin ke polisi, karena saya ga punya bukti juga. Di daerah situ gak ada CCTV. Saya juga ga jelas liat pelakau atau sekadar plat motornya,” tuturnya.

YD mengaku kejadian tersebut terpatri hingga memberikan dampak psikis. Bahkan YD enggan untuk melakukan lari pagi menuju daerah tersebut.

“Pasca kejadian saya pulang ke rumah dengan perasaan gelisah, ketika jalan ke rumah saya selalu liat ke belakang, make sure gak ada orang aneh yang ngikutin saya. Saya gak mau lagi lari pagi di daerah situ. Rasanya malas dan takut aja. Gelisah,” jelasnya.

“Saya berharap diperbanyak CCTV di daerah manapun, supaya kejadian seperti ga terulang. Susah, kalau gaada CCTV nyari barang buktinya. Ngerasa ga aman banget,” tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini