Share

Kali di Dadap Dipenuhi Sampah Pasca-Banjir Rob, DLHK Tangerang Terjunkan Alat Berat

Nandha Aprilia, MNC Media · Minggu 14 November 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 338 2501537 kali-di-dadap-dipenuhi-sampah-pasca-banjir-rob-dlhk-tangerang-terjunkan-alat-berat-e7a0IRE5x8.png Tumpukan sampah di kali francis pasca-banjir rob (foto: istimewa)

TANGERANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, menurunkan personel hingga alat berat guna menangani tumpukan sampah di Kali Prancis, Dadap, Kecamatan Kosambi.

Pasca banjir rob yang melanda kawasan tersebut sejak 5 November 2021 lalu itu, baru dikabarkan surut pada Jumat 12 November 2021 lalu. Namun, yang tersisa dari banjir rob ini yakni lautan sampah yang menghiasi Kali Prancis.

Baca juga:  Gubernur Koster: Bali Darurat Sampah!

Tak hanya itu, lautan sampah tersebut terhampar hamper sejah satu kilometer. Dari hal ini,, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan terkait hal ini. Dia menuturkan bahwa personilnya saat ini tengah digerakan guna pengangkatan sampah ke daratan.

“Kami telah menurunkan personel, armada truk dan alat berat untuk mengakut sampah saat nanti sudah diangkat ke darat," ujar Achmad Taufik, Minggu (14/11/2021).

 Baca juga: Gubernur Anies Sebut Bekasi Bantu Atasi Permasalahan Sampah Ibu Kota

Taufik pun menjelaskan, alasan Kali Prancis menjadi lautan sampah pasca banjir rob yang melanda kawasan Dadap.

"Kalau airnya naik terus saat banjir rob datang, sampah dari hulu terus terdorong ke hilir. Posisi kali ini (Kali Prancis Dadap) hilirnya. Bisa dibayangkan semua aliran sungai ke kali semua," paparnya.

Sementara, Kali Prancis sendiri diketahui menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Namun Taufik menuturkan dalam penangani kasus sampah ini merupakan tanggung jawab bersama.

Robet, warga yang tinggal di bantaran Kali Prancis pun mengaku merasai resah dengan kondisi yang dia alami saat ini. Pasalnya, tumpukan sampah itu mulai mengeluarkan aroma busuk. Tak hanya itu, riskannya terserang penyakit dari tumpukan sampah tersebut juga menjadi ancaman.

"Iya benar, sudah mulai mengeluarkan bau enggak sedap. Sudah parah ini," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini