Share

Pergerakan Tanah Membuat Ratusan Warga Mengungsi dari Rumah

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 14 November 2021 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 338 2501678 pergerakan-tanah-membuat-ratusan-warga-mengungsi-dari-rumah-c1Dfr0N01H.jpg Tanah di Kabupaten Bogor mengalami pergerakan sehingga membuat ratusan warga mengungsi (Foto : BPBD Kabupaten Bogor)

BOGOR - Pergerakan tanah terjadi di Kampung Cigandel, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Akibatnya, ratusan warga yang rumahnya terancam mengungsi ke tempat aman.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko mengatakan peristiwa itu terjadi secara bertahap sejak Kamis 11 November 2021. Hal itu karena intensitas hujan tinggi yang mengguyur dalam beberapa waktu terakhir.

"Kami terima laporan hari Sabtu kemarin, keretakan tanah dari titik awal ke titik akhir sudah sekitar 100 meter. Sampai sekarang masih bergerak," kata Adam dalam keterangannya, Minggu (14/11/2011).

Dari kejadian tersebut sudah terdapat satu rumah warga yang dihuni 2 KK dengan 6 jiwa mengalami kerusakan. Pergerakan tanah yang terjadi membuat belakang rumah itu amblas sekitar 15 centimeter.

"Akses jalan desa ke Kampung Cigadel juga amblas kedalaman 50 centimeter," tambah Aris.

Baca Juga : Waspada! 10 Kecamatan di Jakarta Potensi Alami Pergerakan Tanah, Berikut Lokasinya

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalan kejadian ini. Namun, sebanyak 41 rumah warga yang dihuni 49 KK dengan 182 jiwa terpaksa mengungsi karena khawatir pegerakan tanah semakin parah.

"Ada 40 KK yang mengungsi ke SDN Gunung Batu dan sisanya 9 KK mengungsi ke rumah-rumah saudaranya masih di daerah Desa Sukawangi," jelasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Saat ini, tambah Aris, pihaknya bersama Tagana dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor sudah membuka dapur umum untuk kebutuhan makan pengungusi. Tim Reaksin Cepat (TRC) pun masih terus melakukan pemantauan di lokasi karena kondisi belum kondusif.

"Tim beserta warga melaksanakan pemantauan lokasi pergeseran tanah secara bergantian karena struktur tanah masih bergerak dan apabila hujan turun dikhawatirkan bertambah parah," tutup Aris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini