BNPB dan DKI Jakarta Kolaborasi Menghadapi Potensi Bencana Akibat Fenomena La Nina

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 18 November 2021 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 338 2503938 bnpb-dan-dki-jakarta-kolaborasi-menghadapi-potensi-bencana-akibat-fenomena-la-nina-YTga9vdUTT.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah DKI Jakarta kolaborasi menghadapi potensi bencana yang dipicu oleh adanya fenomena La Nina. Salah satu kolaborasi keduanya yakni dengan melaksanakan kegiatan gladi posko dan lapang di Gedung Pola Balaikota DKI Jakarta kemarin.

Kegiatan gladi posko dan lapangan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan dihadiri oleh Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan, Panglima Kodam Jaya, Direktur Kesiapsiagaan BNPB, BMKG, Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, BPBD DKI Jakarta dan dinas terkait lain.

Baca juga:  Banjir Rendam 5 Desa di Serdang Bedagai, 718 KK Terdampak

Pelaksanaan gladi posko dan lapang dilaksanakan secara hybrid pada 5 wilayah kota yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Bentuk kegiatan gladi posko dilaksanakan pada tingkat provinsi, kota administrasi dan kecamatan, sedangkan gladi lapang pada tingkatan kelurahan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyampaikan, bahwa pelaksanaan gladi ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta sebagai bentuk bukti nyata pemerintah terhadap kesiapsiagaan penanggulangan bencana banjir di DKI Jakarta serta meningkatkan sinergitas antara pemerintah pusat, daerah dan dinas terkait dalam menghadapi skenario terburuk di musim hujan pada masa pandemi Covid-19 di ibukota.

 Baca juga: Sungai Batang Hari Leko Meluap, 390 Rumah di Musi Banyuasin Terendam Banjir

“Tiga hal yang harus diprioritaskan dalam penanggulangan bencana yaitu kesiagaan, tanggap, dan galang,” ucap Riza dalam keterangan yang diterima, Kamis (18/11/2021).

Sementara itu, beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta dalam mengantisipasi banjir di antaranya pertama, melakukan pengerukan sungai, waduk, situ dan selokan untuk memperbesar daya tampung air.

Kedua, melakukan penyiapan sarana dan prasarana untuk penanganan banjir. Ketiga, menyiagakan personel agar dapat segera bergerak jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Keempat, melakukan sosialisasi, edukasi dan mitigasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan juga mengapresiasi Pemerintah DKI Jakarta yang telah melaksanakan gladi posko dan gladi lapang dalam rangka antisipasi dampak La Nina di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Dia berharap, hal serupa juga dapat ditiru oleh daerah lain sehingga setiap daerah memiliki rencana kontinjensi yang berisikan siapa berbuat apa pada saat menuju kedaruratan nanti.

“Rencana kontinjensi ini tentunya perlu dilatih dan disimulasikan, baik berupa table top exercise maupun gladi lapang,” imbuhnya.

Pada implementasinya, BNPB berharap pemerintah daerah agar melibatkan seluruh unsur pentahelix dalam giat kesiapsiagaan melalui konsolidasi relawan dan sosialisasi keluarga tangguh bencana.

Selain itu, penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat untuk kepentingan kedaruratan dan evakuasi juga harus ditingkatkan, terlebih dalam jejaring komunikasi masyarakat dan komunitas seperti pemasangan rambu daerah rawan bencana, jalur evakuasi dan simulasi evakuasi secara berkala dan berkelanjutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini