Share

Kronologi ART Gasak 6 Sertifikat Tanah Rp17 Miliar Milik Nirina Zubir, Padahal Dipercaya Ibunda

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 19 November 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 338 2504097 kronologi-art-gasak-6-sertifikat-tanah-rp17-miliar-milik-nirina-zubir-padahal-dipercaya-ibunda-vg8XYJyZXq.jpeg Konferensi pers Polda Metro Jaya yang menghadirkan Nirina dan para tersangka. (Foto: Indra Purnomo)

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Yusri Yunus mengungkapkan, modus operandi pelaku utama kasus mafia tanah yang merugikan keluarga artis peran Nirina Zubir adalah dengan memalsukan tanda tangan.  

Awalnya pelaku yang juga asisten rumah tangga (ART) dari orang tua Nirina berpura-pura bahwa sertifikat tanah telah hilang. 

"Modus operandinya adalah mereka ini dengan memalsukan tanda tangan, salah satunya itu," ujar Yusri Yunus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2021). 

Yusri membeberkan, awalnya pelaku yakni ART dari keluarga Nirina bernama Riri Khasmira dipercaya oleh ibunda Nirina, almarhumah Cut Indria Martini untuk mengurus pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB). Ibunda Nirina membuatkan surat kuasa untuk proses ini.

Dipercaya oleh ibunda Nirina, Riri justru berkhianat. Dia berpura-pura jika sertifikat tanah tersebut telah hilang.

"Sehingga timbul niatan para pelaku ini untuk melakuan tindak pidana pemalsuan surat-surat autentik untuk menguasai semuanya," ungkap Yusri Yunus.  

Baca juga: Kasus Mafia Tanah Nirina Zubir, Polisi Ungkap Modus Pelaku

Yusri menjelaskan, berangkat dari kepercayaan korban, pelaku mengubah kepemilikan enam sertifikat menjadi atas nama dirinya dan suaminya, Endrianto, yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada enam sertifikat, satu diubah atas nama suaminya, dan kemudian yang lima ini (atas nama) istrinya (Riri)," katanya. 

Selanjutnya, pelaku juga menggadaikan sertifikat tersebut ke bank. Kemudian, beberapa sertifikat lainnya dijual.

"Ini yang dia gadaikan lagi dengan mengajak satu notaris untuk membantu para pelaku dan berubah sertifikat atas nama orang ini digadaikan, ada yang harganya Rp1,5 miliar. Hasilnya dibagi rata oleh para pelaku," lanjut Yusri.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Yusri memaparkan, sertifikat yang diduga diambil alih oleh pelaku dari almarhumah Cut Indria Martini ada enam buah sertifikat. Adapun perkara ini dilaporkan ketiga anak korban, termasuk Nirina Zubir ke Polda Metro Jaya pada Juni 2021 lalu. 

"Korban almarhumah Cut Indria Martini memiliki tiga orang anak yang melaporkan ke PMJ, adanya dugaan tindak pidana pemalsuan surat atau akta otentik keterangan palsu dan penggelapan dana, pencucian uang tentang adanya enam objek sertifikat hak milik," pungkas Yusri Yunus. 

Tiga tersangka yang sudah ditahan, yakni ART keluarga Nirina bernama Riri Kasmita dan suaminya Edrianto, serta pihak notaris yakni pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Farida. Sedangkan dua tersangka lainnya yang belum ditahan juga merupakan dari PPAT, yaitu Ina Rosiana dan Edwin Ridwan. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapir, yakni Pasal 378, Pasal 372 dan Pasal 263 KUHP tentang Penipuan dan Pemalsuan Dokumen dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini