Share

Libur Nataru PPKM Jadi Level 3, Bima Arya: Enggak Masalah

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 19 November 2021 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 338 2504501 libur-nataru-ppkm-jadi-level-3-bima-arya-enggak-masalah-3s8A8uA01e.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto : Okezone.com)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendukung keputusan pemerintah pusat yang menerapkan PPKM Level 3 pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Bima mengatakan, hal tersebut tidak masalah agar kasus Covid-19 tidak melonjak lagi.

"Soal ekonomi PPKM level 3, kita perketat dikit enggak masalah, dari pada kebobolan nanti dropnya lebih parah lagi," kata Bima Arya, Jumat (19/11/2021).

Dalam kebijakan tersebut, pastinya ada dampak penurunan ekonomi karena Kota Bogor pada dasarnya berada pada PPKM Level 1. Tetapi, kebijakan ini sebagai pesan bahwa covid-19 belum usai dan perlu diantisipasi lonjakannya.

"Jadi ini memberikan pesan bahwa karena Covid-19 belum selesai, jadi sebaiknya liburan akhir tahun ini tidak ke mana-mana juga," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Bogor akan mengeluarkan teknis PPKM Level 3 di Kota Bogor. Termasuk pembatasan orang saat berada di luar rumah atau melakukan aktivitas keseharian.

"Saya sama Pak kapolres akan koordinasi kebijakan terkait dengan PPKK Level 3," tegas Bima.

Baca Juga : Jakarta Bakal Kembali Terapkan PPKM Level 3, Cegah Penyebaran Covid-19 di Libur Nataru

Menanggapi kebijakan tersebut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengaku kecewa. Pasalnya, pada libur Natal dan Tahun Baru ditargetkan okupansi bisa mencapai 100 persen.

"Kebijakan PPKM level 3, jelas memukul jasa hotel dan restoran. Seharusnya, momen akhir tahun dipergunakan kami untuk menaikkan revenue untuk menutupi operasional kami yang terganggu dampak pandemi di awal tahun," ucap Yuno.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Yuno menyebut, mendekati akhir tahun ini okupansi hotel dan restoran sudah membaik. Kota Bogor pun saat ini PPKM Level 1 sehingga telah mendongkrak angka okupansi yang mencapai 85 persen.

"Target seharusnya 100 persen, tetapi kebijakan PPKM Level 3 dengan pembatasan-pembatasan menjadi mustahil. Jangan sampai, hotel dan restonya dibatasi, tetapi jalan-jalan tetap ramai, tempat-tempat lain penuh. Itu gak fair buat kami," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini