Share

Ketua LSM Peras Anggota Polisi, Kapolres Jakpus: Dituduh Tak Sesuai SOP

Komaruddin Bagja, Sindonews · Senin 22 November 2021 23:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 338 2505860 ketua-lsm-peras-anggota-polisi-kapolres-jakpus-dituduh-tak-sesuai-sop-R20AKMB4hz.jpg Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi (foto: MNC Portal/Bagja)

JAKARTA - Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Ketua DPP LSM TAMPERAK (Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi), berinisial KPP di Sekretariat di Jalan Palem V RT08 RW04, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, aksi pemerasan yang dilakukan pelaku cukup meresahkan. Pihaknya pun kerap menerima laporan dari instansi-instansi pemerintah termasuk TNI-Polri.

"Kami banyak menerima laporan pengaduan dari instansi-instansi pemerintah, dengan modus mereka datang ke kantor-kantor melakukan memberikan pernyataannya mendeskriditkan instansi maupun pimpinan lembaga," kata Hengki di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (22/11/2021).

Baca juga:  Peras Anggota Polisi hingga Rp2,5 Miliar, Ketua LSM Ditangkap

Kata Hengki, modus pelaku untuk melakukan pemerasan terhadap instansi dengan menakut-nakuti.

"Rekan-rekan bisa lihat contohnya ada di akun tiktok @pasmanagian5 bisa dilihat itu adalah sebagian dari pada modus pelaku untuk memberikan atau pun menakuti instansi pemerintah TNI maupun Polri," tambahnya.

Baca juga:  Ditetapkan Tersangka, Oknum Polisi yang Viral Peras Mahasiswi Terancam 9 Tahun Penjara

Hengki melanjutkan, pelaku melakukan pemerasan terhadap anggota Polres Metro Jakarta Pusat. Apalagi, korban Pemerasan merupakan tim Satgas yang menangani kasus begal karyawati Basarnas.

"Kami bentuk satgas ini karena keprihatinan bahwa ternyata yang terjadi khususnya pada karyawati Basarnas kemarin itu sangat memilukan, ada pengaruh narkoba dan sudah ada kita lakukan penyelidikan dan anggota kami juga sudah luka berat ditabrak," lanjutnya.

"Di sisi ini kita juga melakukan penyelidikan pada saat itu siapa eksekutornya kami tangkap lima orang ternyata ini narkoba. Ada 4 orang yang kita kirim ke panti rehab yang dianggap yang pelaku melanggar SOP, dan terus dilakukan dengan membawa nama petinggi negara maupun TNI-Polri, dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah uang," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Hengki menegaskan, anggota yang dituduh tak sesuai SOP itu sudah diperiksa Propam dan tidak ada suap menyuap.

"Anggota satgas kami dan ini justru menjadi korban pemerasan terhadap LSM tersebut, kemudian hasil penyelidikan kami ancaman-ancaman yang dilakukan melalui perangkat elektronik bahwa yang bersangkutan membandingkan dengan tempat lain di Medan ataupun daerah Jakarta, sehinga kami duga pemerasan ini bukan hanya di Jakpus tetapi di instasi lain," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini