Kapolda Metro Sebut Sabu Jadi Motif Lakukan Kejahatan Jalanan

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 25 November 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 338 2507191 kapolda-metro-sebut-sabu-jadi-motif-lakukan-kejahatan-jalanan-FFvFb2mMcA.jfif Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menyebut sabu dapat menjadi sumber motif seseorang melakukan aksi kejahatan. Dari sejumlah tersangka aksi kejahatan setelah dilakukan tes urine hasilnya positif narkotika.

Hal itu dikatakan Fadil saat dalam kegiatan pengungkapan dan pemusnahan narkotika 1,74 ton narkotika di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Kamis (25/11/2021). Dia menyebut terjadi perubahan motif menggunakan narkoba.

"Jadi kalau dulu menggunakan (narkotika) sabu itu untuk enjoy, kenikmatan namun sekarang ini sabu sudah menjadi motif daripada orang melakukan kejahatan," kata Fadil.

Baca juga:  Polda Metro Musnahkan 1,74 Ton Narkoba, Jumlah Ganja Mencengangkan

Dia menyebut, saat pengguna narkotika melakukan sesuatu kejahatan untuk mendapatkan uang dan membeli barang haram tersebut. Mereka melakukan pencurian bahkan pembegalan dengan kekerasan hanya untuk mencari sabu.

"Karena uang hasil kejahatan itu akan dibelikan narkotika, seperti salah satunya sabu dan digunakan sebelum beraksi. Contohnya seperti begal karyawan Basarnas beberapa waktu lalu," lanjutnya.

baca juga:  Gerebek Kos-Kosan di Bekasi, Polisi Amankan Pasangan Kumpul Kebo dan Pengguna Sabu

Atas kondisi tersebut Fadil meminta agar masyarakat mewaspadai keluarga dari peredaran narkotika. Sebab lantaran aksi kejahatan bukan hanya dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi melainkan untuk konsumsi narkotika.

"Jadi ini yang perlu diwaspadai, saya kira ini menjadi satu tantangan untuk kita semua. Bagaimana perubahan perilaku penjahat atau kriminal ternyata bukan semata-mata untuk motif ekonomi tapi juga karena ini membeli narkotika," jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap dan memusnahkan hasil Operasi Nila Jaya 2021 berupa 1,74 ton narkotika. Jumlah tersebut didapatkan dari 273 orang, terdiri dari 14 bandar dan 259 orang pengedar.

Adapun rincian dari 1,74 ton narkotika tersebut mencakup 60,14 kilogram sabu, 1.660 kilogram ganja atau sekitar 1,6 ton, kemudian 470 butir ekstasi, 500 butir happy five (h-5), serta bubuk sintesis sebanyak 24,5 kilogram.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini