Kapolres Jakpus Bubarkan Demo Pemuda Pancasila di DPR

Widya Michella, MNC Media · Kamis 25 November 2021 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 338 2507474 kapolres-jakpus-bubarkan-demo-pemuda-pancasila-di-dpr-hsAQkXQpR5.jpg Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi di gedung DPR RI (foto: MNC Portal/Widya)

JAKARTA - Ratusan pendemo Pemuda Pancasila dibubarkan paksa oleh sejumlah pihak kepolisian. Pembubaran dilakukan dengan imbauan langsung oleh Kapolres Jakpus, Kombes Hengki Haryadi yang naik ke mobil aksi di gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021)

Ia menyampaikan kegiatan aksi dibatasi oleh waktu karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan mengimbau agar pendemo dapat membubarkan diri.

"Kami dari Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk segera membubarkan diri. Kegiatan penyampaian pendapat ini dibatasi oleh waktu silahkan. Seluruh kegiatan dibatasi oleh waktu rekan-rekan Pemuda Pancasila," kata Hengki.

 Baca juga: Massa Pemuda Pancasila Keroyok Perwira Polisi, Dirlantas Polda Metro Ngamuk

Ia menyampaikan, ada beberapa oknum yang mencederai salah satu angota polisi hingga cedera di bagian kepala

"Kegiatan saudara saudara dinodai oleh tindakan pidana, padahal kami melayani kalian dengan sepenuh hati. Perwira kami, AKBP dikeroyok luka-luka apalah itu tujuan rekan rekan datang kemari? Melawan kami mengeroyok kami yang mengamankan rekan rekan," tuturnya.

Baca juga:   Pemuda Pancasila Desak Junimart Minta Maaf, Bamsoet: Statement Tidak Boleh Menyinggung

Ia pun meminta pimpinan aksi untuk bertanggung jawab dan segera menyerahkan oknum yang melakukan tindakan kekerasan kepada salah satu anggota kepolisian tersebut.

"Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Perwira menengah dikeroyok padahal beliau mengamankan kegiatan ini. Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan, jangan aksi rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum," tegasnya.

Hengki pun menyayangkan oknum yang melakukan tindakan tersebut padahal menurutnya pihak kepolisian sedang bertugas mengamankan aksi.

"Kami yang melayani rekan rekan, mengamankan justru dipukuli di keroyok. Apakah ini tujuan kalian datang kemari? Anggota kami luka luka, apakah kami tadi keras sama Anda? Atau menghalangi kegiatan saudara," ujarnya.

Dia menegaskan, jika oknum tersebut tidak diserahkan maka pihak kepolisian akan mengejarnya.

"Saya minta tadi saksi yang melihat menyerahkan, hukum harus ditegakkan. Saya sebagai penanggung jawab wilayah keamanan, di depan DPR ini jujur saja saya miris. Saya bersahabat dengan Ketua PP Jakpus, tapi justru anggota kami dianiaya oleh rekan rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar," tegas Hengki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini