Kader Pemuda Pancasila Keroyok Polisi, Sekjen: Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Indra Purnomo, MNC Portal · Jum'at 26 November 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 338 2507958 kader-keroyok-anggota-polisi-sekjen-mpn-pemuda-pancasila-mohon-maaf-sebesar-besarnya-YoNq6yxECs.jpg Sekjen MPN Pemuda Pancasila, Arif Rahman (foto: dok Sindo)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPN Pemuda Pancasila (PP), Arif Rahman meminta maaf kepada pihak kepolisian terkait ricuhnya aksi di depan gedung DPR, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis 25 November 2021.

"Karena yang kami dengar, bahwa kader kami ditahan di Polda Metro Jaya. Jadi sekali lagi, dari saya sebagai Sekjen MPN Pemuda Pancasila, mengucapkan permohonan maaf sekali lagi yang sebesar-besarnya sampai terjadinya insiden ini," kata Arif kepada wartawan.

Baca juga:  Tak Hadiri Panggilan Polisi, Koordinator Aksi Pemuda Pancasila Bakal Dijemput Paksa

Arif pun menjelaskan perihal senjata tajam (sajam) yang dibawa anggota PP saat aksi. Ia mengaku bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah kecerobohan yang dilakukan pihaknya.

"Jadi gini, ini memang kecerobohan juga, karena kami juga, teman-teman melakukan aksi banyak yang spontan," tuturnya.

Arif mengakui, bahwa anggota PP ada yang membawa sajam. Adapun mereka yang membawa sajam ini ada di Komando Inti Mahatidana (Koti).

Baca juga:  Tetapkan 1 Anggota Pemuda Pancasila Tersangka Pemukulan AKBP Dermawan, Polisi Cari Pelaku Lainnya

"Ini bagian Satgas kita, yang memang mungkin bagian dari perlengkapannya, ada sangkur TNI," ucapnya.

Arif menyebutkan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan jenis sajam apa yang dibawa anggota PP itu. Bila sajam yang dibawa adalah sangkur, dia bakal menjelaskan terkait Komando Inti Mahatidana di PP.

"Jadi menurut saya nanti coba cek lagi ke sana, jenis apa yang emang dipunya. Kalau memang sangkur, kita juga minta kebijakan kepada pihak Polda Metro, karena itu bagian dari perlengkapan yang memang ada di Komti kami. Tapi kalau memang jenisnya sudah yang lain-lain, silakan bisa ditindak secara hukum. Sambil kita melihat kesalahannya dan apa yang memang mereka lakukan yang akhirnya berbuat kesalahan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 21 orang massa PP dan menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam aksi anarkis yang melukai anggota polisi berpangkat AKBP. Bahkan, sebanyak enam buah senjata dan dua butir peluru kaliber 38 revolver ikut diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, dari 21 orang yang telah diamankan polisi, 15 orang ditetapkan jadi tersangka

"Diamankan 21 orang yang diamankan ini dugaan pelanggaran UU Darurat yakni bawa senjata yakni sajam penikam, senjata pemukul, dan senjata penusuk," kata Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/11/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini