Polisi Sita Rp8,9 miliar Terkait Kasus Korupsi PT PDS, Namun Belum Ada Tersangka

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 26 November 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 338 2508048 polisi-sita-rp8-9-miliar-terkait-kasus-korupsi-pt-pds-namun-belum-ada-tersangka-VSUD1K6mqp.jpg Uang korupsi Rp8,9 miliar disita Polda Metro Jaya (Foto : MPI/Erfan)

JAKARTA - Uang sebesar Rp8,9 miliar disita polisi terkait kasus pidana korupsi anak perusahaan BUMN, yaitu PT Peruri Digital Security (PT PDS). Namun, polisi belum menetapkan satu orang pun tersangka.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan, saat ini penyidik belum menetapkan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Dalam kasus ini kami belum menetapkan tersangka dan masih dalam penyidikan," kata Kombes Auliansyah di Polda Metro Jaya, Jumat (26/11/2021).

Dalam mengungkap kasus ini pihaknya memeriksa sebanyak 40 orang sebagai saksi. Penelusuran dilakukan jika ga untuk mengetahui siapa yang menikmati uang hasil dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"40 orang tersebut juga termasuk pimpinan perusahaan," jelasnya.

Baca Juga : Bongkar Korupsi PT Peruri Digital Security, Polisi Sita Rp8,9 Miliar

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan kronologis terungkap kasus dugaan korupsi tersebut terjadi pada 2018 di PT PDS yang melaksanakan pengadaan Penyediaan Data Storage, Network Performance Monitoring & Diagnotic, Siem dan Manage Service dengan nilai Rp. 13.175.586.047.

Anggaran tersebut bersumber dari kas operaasional perusahaan PT. PDS.Secara administratif proyek dokumennya telah dilengkapi, namun tidak pernah dilakukan proses pengadaan barang/jasanya yang diduga melanggar SOP. Sementara barang atau hasil pekerjaan yang tertera pada kontrak tidak pernah diserahterimakan atau fiktif tetapi dilakukan pembayaran.

"Barang hasil pekerjaan gak pernah diserahterimakan atau fiktif tetapi dilakukan pembayaran ini berdampak pada kerugian," kata Zulpan.

Atas perbuatannya, Pasal yang bakal disangkakan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Dengan Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun," pungkas Zulpan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini