Kasus Mutilasi di Bekasi, Pelaku Ajak Korban Konsumsi Narkoba Sebelum Lancarkan Aksinya

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Minggu 28 November 2021 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 338 2508697 kasus-mutilasi-di-bekasi-pelaku-ajak-korban-konsumsi-narkoba-sebelum-lancarkan-aksinya-XJY7C8mLQy.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan. (tangkapan layar/MNC Portal)

JAKARTA - Polisi berhasil mmengungkap kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban RS (28), warga Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan, sebelum menjalankan aksinya, ketiga tersangka mengajak korban mengonsumsi narkoba. Ketika korban tertidur usai mengonsumsi narkoba, ketiga tersangka pun melancarkan aksinya.

“Para pelaku mengajak korban untuk konsumsi narkoba awalnya, kemudian ketika korban tertidur para pelaku dengan perannya masing-masing membunuh korban dengan cara digorok lehernya,” ujar Zulpan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Minggu (28/11/2021).

Ia menambahkan, korban yang tertidur saat itu terbunuh di tempat usai sebilah golok menghantam leher korban. Selanjutnya, para tersangka langsung memutilasi korban RS.

“Jadi dengan sebilah golok kemudian melukai leher. Selanjutnya jasad korban dimutilasi oleh para pelaku,” tuturnya.

Setelah memutilasi, para tersangka langsung membuang potongan tubuh korban. Potongan tubuh korban dibuang di pinggir jalan raya.

Baca Juga : Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi karena Sakit Hati Istri Dicabuli Korban

“Di antaranya (potongan tubuh), yang kita temukan di TKP pada tanggal 27 November 2021 pada pukul 05.40 WIB dan dilaporkan masyarakat,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan sebanyak tiga tersangka dalam kasus mutilasi terhadap driver ojek online yakni RS (28). Kasus tersebut berawal dari potongan tubuh korban yang ditemukan di Jalan Raya Pantura, Kedungringin, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (27/11/2021).

“Dari kejadian ini Ada dua tersangka, yang pertama adalah MP laki-laki umur 29 tahun, kemudian FR laki-laki umur 20 tahun,” ucap Kombes E Zulpan.

Sementara, ada satu orang lain yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, masih dilakukan pengejaran. Saat ini, pelaku ketiga tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini