Share

Pelanggan Indihome Tertipu Ratusan Ribu Rupiah, Penipu Tahu Data Pelanggan!

Tim Okezone, Okezone · Senin 29 November 2021 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 338 2508985 pelanggan-indihome-tertipu-ratusan-ribu-rupiah-penipu-tahu-data-pelanggan-0hifNVFc51.jpg Nomor kontak pelaku penipuan. (Foto: Dok pribadi korban penipuan)

JAKARTA - Aksi penipuan atas nama Indihome terjadi. Seorang pelanggan tertipu ratusan ribu rupiah.

Dama, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor tertipu Rp450.000.

Dia bercerita jika dirinya memang ingin mengganti layanan paket Indihome yang dimilikinya. Dia menyampaikan hal ini kepada seorang sales Indihome.

"Saya ngomong langsung ke sales-nya untuk melakukan upgrade. Kenapa saya transfer ke situ, karena mikirnya dibantu sales itu. Sudah pernah ketemu sebelumnya. Terus dia bilang nanti dihubungi oleh rekan kami ya bu, yang bagian upgrade," papar dia, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Rebutan Warisan Tanah Pembangunan Tol Solo, Ibu Ini Digugat Dua Anaknya


Baca juga: Ameer Azzikra Meninggal, Wagub Ariza: Meski Singkat, Kita Dapat Meneladani Hidupnya

Karena itu, Dama percaya jika itu adalah dari pihak Indihome yang menghubunginya. Alhasil, dia mengikuti apa yang diminta oleh sang penelefon.

"Ketika telefon saya, dia sudah tahu data awal saya," ucap Dama.

Terlebih, sang penelefon juga menggunakan nomor yang seolah-olah itu adalah resmi dari Indohome, yakni +1 (213) 460 1817. Logo Indihome juga menempel sebagai foto profile dari aplikasi Whatsapp yang digunakan.

Dama pun diminta untuk mentransfer ke sebuah rekening, yakni rekening Bank Permata nomor 8528082182049056 atas nama Duwi Noviyanti.

Dia juga memberikan keterangan jika pembayaran itu bisa dilakukan melalui saluran lain, termasuk via aplikasi Dana untuk disampaikan ke rekening tersebut. Di mana Dana yang digunakan atas nama Duwi Noviyanti dengan nomor kontak +62 821-8204-9056.

"Tetapi kini nomor orangnya itu sudah tidak bisa saya hubungi, mungkin dihapus atau diblokir," ungkap dia.

Hingga berita diturunkan, Okezone masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk meminta tanggapan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini