Share

Keluarga Korban Pelecehan Seksual Pengurus Gereja Dapat Uang Ganti Rugi, Ini Nominalnya

Rio Erfandi, MNC Portal · Senin 29 November 2021 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 338 2509244 keluarga-korban-pelecehan-seksual-pengurus-gereja-dapat-uang-ganti-rugi-ini-nominalnya-edRn8iIOJQ.jpg Kejaksaan Negeri Depok serahkan uang restitusi/ MPI

DEPOK – Dua orangtua korban pelecehan seksual pengurus gereja di Depok mendapat restitusi (uang ganti rugi) yang diserahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sri Kuncoro.

(Baca juga: Viral Wanita Dibegal Pantat saat Antre di Bank BUMN, Polisi Lakukan Penyelidikan)

Dalam penyerahan uang ganti tersebut juga di hadiri oleh Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Antonius PS Wibowo. J (14) dan BA (14) mendapat restitusi dari terpidana Syahril Parlindungan Marbun di Kejaksaan Negeri Depok.

(Baca juga: 4 Kasus Cabul Gegara Kecanduan Film Porno, Siswi SMP Ketagihan Ngesex)

Syahril diharuskan membayar ganti rugi sebesar Rp 6.524.000 untuk J, lalu ganti rugi untuk BA senilai Rp 11.520.639 sesuai tuntutan jaksa.

Terpidana Martinus Marbun alias Kaka Ai terbukti melakukan pencabulan dan dinyatakan melanggar Pasal 82 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Terpidana Syahril Parlindungan Martinus Marbun alias Kaka ai telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara serta denda sebesar Rp. 200.000.000, dan terdakwa juga dihukum untuk membayar uang restitusi kepada korban dengan total Rp. 18.044.639, ujar Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sri Kuncoro, Senin (29/11/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Depok juga menyampaikan adanya trend peningkatan perkara dengan korban anak di Kota Depok pada beberapa bulan ini.

Berdasarkan data pada tahun 2021 terdapat total 43 SPDP dengan korban anak selanjutnya 22 SPDP tersebut telah dinyatakan lengkap dan dilakukan penuntutan.

Kejaksaan selain melakukan penindakan, juga menyampaikan kepada seluruh stakeholder untuk dapat bersama-sama melakukan berbagai upaya dalam pencegahan tindak pidana dengan korban anak.

“Dalam beberapa waktu lalu setelah melihat statistik terjadi kenaikan terkait perkara dengan korban anak maka melalui bidang intelijen Kejari Depok telah melakukan upaya penerangan dan penyuluhan hukum khususnya terkait dengan masalah perlindungan anak,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini