Share

Jelang Libur Nataru, Polda Metro Jaya Tingkatkan Kemampuan Patroli Malam Hari

Carlos Roy Fajarta, · Selasa 30 November 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 338 2509507 jelang-libur-nataru-polda-metro-jaya-tingkatkan-kemampuan-patroli-malam-hari-mfaUDtTnjm.jpg Pelatihan peningkatan kemampuan khusus tim patroli perintis di Lapangan Mapolda Metro Jaya. (Foto : MNC Portal/Carlos Roy Fajarta)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan operasi di malam hari. Hal itu guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) mendekati libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember 2021.

Hal tersebut disampaikan Fadil Imran usai upacara penutupan pelatihan peningkatan kemampuan Tim Patroli Perintis Presisi di lapangan Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/11/2021) pagi.

"Jadi kami punya 300. Perlengkapan ada K-9 di belakang jadi kalau ada tawuran ada K-9 di belakang. Kemudian ada mobil komando yang dilengkapi peralatan teknologi kepolisian seperti yang saya sampaikan kepada teman-teman tes narkoba, tes alkohol, alat untuk mengetahui identitas orang yang diamankan disitu. Mudah-mudahan jadi lebih bagus," kata Fadil Imran.

"Tadi juga ada Kakor Sabhara saya sampaikan apa yang kita butuhkan. Karena ke depan kejahatan perkotaan ini harus dikombinasi antara patroli roda dua dan patroli roda empat. Karena banyak pelaku menggunakan roda dua yang mobilitasnya tinggi lebih cepat kalau kabur. Ikatan kalau patroli motor 10 orang, kalau mobil cuma berdua dia," tuturnya.

Ia menjelaskan seluruh anggota tim patroli di malam hari harus memiliki skill komunikasi yang baik untuk dapat membubarkan massa tanpa harus menimbulkan gesekan.

Baca Juga : Cegah Lonjakan Covid-19, Berikut Upaya Pemerintah Hadapi Libur Nataru

"Kemampuan patroli dialogis. Jadi, kami ingin membalikkan fungsi patroli ini yang selama ini cenderung ditinggalkan, kita ingin aktifkan lagi patroli. Bagaimana cara patroli yang bagus, bagaimana cara berbicara yang bagus, bagaimana cara mengidentifikasi faktor-faktor korelatif kriminogeniti yang menyebabkan kejahatan, bagaimana dia mengintervensi situasi agar tidak menjadi kejahatan, itu yang kami latihkan," ucapnya.

Ia meminta seluruh jajaran personel kepolisian untuk menekankan aspek pencegahan dibandingkan penindakan.

"Jadi, pencegahan yang kami utamakan bukan penindakan. Jangan nunggu ada tawuran baru dia datang. Jadi, bagaimana caranya kalau daerah itu sering tawuran patroli ke sana, sambang, bicara, tatap muka ketemu sama tokoh. Kalau di situ ada kampung narkoba dia datang patroli. Dia lihat rumah yang sering dipakai untuk transaksi narkoba. Lama-lama pasti akan bubar," tutur Fadil Imran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini