Wagub DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Penyebaran Varian Covid-19 Omicron

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Selasa 30 November 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 338 2509569 wagub-dki-minta-warga-jakarta-waspadai-penyebaran-varian-covid-19-omicron-A9Tk0NZeg9.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: dok Sindo)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengimbau kepada masyarakat untuk tanggap terhadap varian Covid-19 Omicron.

 

“Ya kita semua menyikapi varian baru dari Afrika Selatan,” kata Ariza kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Baca juga:  Soal Varian Covid-19 Omicron, Menko Luhut: Tidak Perlu Panik

Ia mengatakan, bahwa pemerintah pusat tengah mempersiapkan upaya preventif untuk menekan angka penyebaran varian baru tersebut.

“Pemerintah pusat juga daerah persiapakan berbagai cara membatasi orang yang masuk ke Indonesia ya dan juga karantina di tambah dari 3 hari jadi 7 hari banyak yang harus kita siapkan membatasi orang yang masuk mengurangi mobilitas kerumuman secara bertahap,” ujarnya.

Baca juga:  Indonesia Larang Masuk Pelancong dari 8 Negara di Afrika Cegah Varian Baru COVID-19

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk berkontribusi dalam mencegah angka penularan varian baru tersebut.

“Semuanya sangat bergantung pada disiplin dari masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Virus Covid-19 mulai mengganas lagi. Sejumlah negara sudah dilaporkan terinfeksi virus Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Tingkat penyebarannya yang cepat membuat dunia waspada. Banyak negara mulai menutup rapat rapat para pendatang yang berasal dari negara-negara Afrika termasuk Indonesia.

 

Virus Covid-19 terus bermutasi. Setelah virus Delta, varian baru dari Covid-19 kembali muncul. Namanya virus Omicron (B 11529). Celakanya, varian baru yang berasal dari Afrika Selatan tersebut sudah menyebar ke sembilan negara. Tercatat sudah ada 128 orang yang terinfeksi virus Omicron. Empat negara lainnya saat ini sedang dalam penyelidikan oleh pakar virologi karena diduga juga telah terinfeksi virus Omicron tersebut.

Negara negara yang diduga telah disusupi virus Omicron di antaranya adalah Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hongkong, Australia, Italia, Israel, Belgia, Republik Ceko, Belanda, Jerman, Denmark dan Austria. Seluruh negara pantas khawatir karena kasus virus Omicron ini menyebar dengan cepat. Sehingga jika tidak segera diantisipasi dengan langkah yang tepat, virus Omicron bisa menjalar ke seluruh dunia.

Sebagai gambaran, virus Omicron dipercaya lebih ganas dibanding varian Delta yang juga memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat dibanding virus Covid-19 biasa. Pakar biologi dari Austria bahkan menyebut virus Omicron memiliki 5 lebih menular dibanding delta. Selain itu, Omicron juga dikhawatirkan mampu menembus imunitas orang yang sudah divaksin Covid-19. Hal ini berangkat dari asumsi bahwa orang pertama yang diduga terinfeksi Omicron di Botswana sudah mendapat vaksin Covid-19.

Sudah banyak negara yang telah menutup pintunya dari para pendatang dari Afrika maupun negara-negara yang sudah terserang oleh virus Omicron. Negara-negara tersebut diantaranya Inggris, Australia, Amerika Serikat, Arab Saudi, Kanada, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Yordania, Maroko, Filipina, Jerman, dan Italia.

Bagaimana dengan Indonesia? Mulai Senin (29/11), Indonesia juga mengikuti negara-negara tersebut untuk menutup sementara bagi kedatangan para pendapat dari sejumlah negara di Afrika. Yakni, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, dan Nigeria. Orang asing yang pernah tinggal selama 14 hari di negara-negara tersebut sebelum masuk Indonesia juga dilarang datang.

Untuk WNI yang datang dari negara-negara tersebut tetap boleh masuk Indonesia, namun harus menjalani karantina selama 14 hari. Sedangkan, bagi WNI atau WNA yang masuk Indonesia dari luar negara di atas diwajibkan menjalani karantika selama 7 hari.

Hingga saat ini, virus tersebut dilaporkan belum masuk Indonesia. Meski begitu, Pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai langkah yang terukur dalam menghadapi "serbuan" virus Omicron tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah akan melakukan pengetatan untuk perjalanan internasional termasuk pada daerah yang berbatasan dengan pelabuhan, bandar udara, dan jalur darat. Meski begitu, Menkes mengharapkan masyarakat Indonesia tidak perlu panik berlebihan dalam menghadapi munculnya varian Omicron. Yang terpenting masyarakat diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara baik.

Sampai Minggu (28/11/2021), angka positif Covid-19 secara nasional sejak Maret 2020 sampai saat ini berjumlah 4.255.936 orang dengan penambahan hari itu sebanyak 264 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.103.914 orang telah sembuh dan 143.808 orang meninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini