Keluarga Polisi Diusir Paksa dari Rumahnya, Pengacara: Ini Eksekusi Premanisme, di Luar Jalur Pengadilan

Nandha Aprilia, MNC Media · Selasa 30 November 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 338 2509580 keluarga-polisi-diusir-paksa-dari-rumahnya-pengacara-ini-eksekusi-premanisme-di-luar-jalur-pengadilan-BiVtHo3vu5.jpg Keluarga polisi terusir dari rumahnya. (Foto : MNC Portal/Nanda Aprilia)

TANGERANG - Keluarga polisi terusir dari rumahnya di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Pihak kuasa hukum dari keluarga tersebut menyebut, pengusiran tersebut merupakan di luar jalur pengadilan sehingga dianggapnya sebagai eksekusi premanisme.

Diketahui, wanita berinisial R (51) yang merupakan istri dari anggota Polres Jakarta Barat diusir dari kediamannya pada awal Oktober 2021. Ia bersama suami dan anak-anaknya yang total berjumlah 8 orang diusir dari rumah yang ditempatinya sejak 6 tahun terakhir tersebut.

Kuasa hukum R, Darmon Sipahutar, menyesalkan pengusiran yang dilakukan oleh pihak Rasmidi yang diwakilkan pengacaranya, Sopar J Napitupulu. Ia menilai, pengusiran dengan melibatkan sekira 30 orang tersebut melanggar hukum.

“Ketika dilakukan pengusiran dimana SN ini datang dengan teman-temannya kurang lebih 30 orang," ujar Darmon menceritakan permasalahan kliennya, kemarin.

Darmon menegaskan, perlakuan yang dilakukan tersebut tak sesuai dengan prosedur dan janggal. Seharusnya, eksekusi tersebut dilakukan lewat jalur pengadilan.

"Patut diduga karena telah melakukan tindak pidana. Karena sepanjang pengetahuan kami, setiap melakukan eksekusi tidak boleh dilakukan di luar jalur pengadilan," tuturnya.

"Tapi ini agak lucu dan aneh, mereka lakukan eksekusi diluar Jalur pengadilan. Kami anggap Ini adalah eksekusi premanisme," katanya.

Sebelumnya, Darmon menjelaskan, kasus ini bermula ketika kliennya meminjam uang Rp200 juta ke sebuah PT yang bergerak di bidang finance pada 2016.

Darmon menuturkan kliennya telah membayar utangnya sebanyak Rp130 juta hingga 2018. Namun, ia mengakui, lantaran pandemi Covid-19, pembayaran angsuran menjadi tersendat.

Darmon menuturkan, kliennya pun sudah mencoba mengajukan surat yang ditujukan untuk PT finance tersebut sebanyak dua kali guna meminta relaksasi.

Namun, pengajuan tersebut tak berbalas. R pun baru mengetahui PT finance tersebut tak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga : Keluarga Polisi Diusir Paksa dari Rumahnya oleh Puluhan Preman

“Ibu ini (R) berikan surat ke PT untuk diberikan relaksasi terhadap hutang. Tapi, tidak ada jawaban karena PT sudah dua kali dibekukan oleh OJK karena dianggap bermasalah," tutur Darmon.

Darmon menuturkan, kliennya lalu terkejut ternyata rumah tersebut telah dilelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tangerang I seharga Rp735 juta.

Sosok bernama J Supriyanto yang menjadi pemilik rumah keluarga R. Namun, tak berlangsung lama, Supriyanto kembali melelang rumah tersebut. Kini beralih kepada pihak bernama Rasmidi.

Rasmidi diwakilkan pengacaranya, Sopar J Napitupulu menyambangi rumah R untuk memberitahukan kepemilikan baru atas nama Rasmidi pada 23 September 2021.

Awalnya, Sopar melayangkan somasi terhadap keluarga R. Somasi pertama pada 27 September 2021 dan somasi kedua pada 2 Oktober 2021. Namun saat somasi kedua itulah terjadi pengusiran.

Terkait hal ini, R sendiri telah melaporkannya ke Polsek Cipondoh lalu diarahkan ke Polres Metro Tangerang Kota. R melaporkan kasus ini dengan sangkaan Pasal 335 tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, lalu Pasal 160, 406 dan 170 KUHP, serta Pasal 363 tentang Pencurian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini