Share

Ada Varian Omicron, RSDC Wisma Atlet Siap Jika Terjadi Lonjakan Pasien

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Selasa 30 November 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 338 2509603 ada-varian-omicron-rsdc-wisma-atlet-siap-jika-terjadi-lonjakan-pasien-YZMh4ldmEl.jpg RSDC Wisma Atlet. (Dok Okezone)

JAKARTA - Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Kolonel Mintoro Sumego mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah fasilitas dan tenaga medis dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Terlebih saat ini terdapat varian baru Omicron dan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2022.

"Dalam menghadapi varian Omicron ini yang sudah dinyatakan oleh WHO varian of concern. Wisma Atlet siap dalam artian jumlah personel maupun peralatan medis dan obat-obatan," ucap Mintoro di Wisma Atlet, Selasa (30/11/2021).

"Jadi, saat ini kita memiliki 97 ruang ICU dan saat ini diisi 7 pasien. Kita masih ada 90 tempat tidur ICU dan kita punya 54 ventilator yang kita siapkan. Bahwa kita harus siap menghadapi jika terjadi lonjakan pasien," tuturnya.

Sementara itu, obat-obatan pun sudah disiapkan hingga beberapa bulan ke depan. Personel juga telah diberikan pelatihan tambahan.

"Untuk obat-obatan kita siap sampai 4 bulan ke depan, personel masih kita standby kan sementara personel saat ini kita latih pelatihan dasar ICU, EKG, penanganan pasien Gawat Darurat dan sebagian lagi relawan yang ada di Wisma Atlet ini ditugaskan untuk serbuan vaksinasi di daerah Jawa Barat," ujarnya.

Kemudian, Mintor menyebut apabila pemerintah meminta untuk membuka kembali RSDC Wisma Atlet telah siap.

Baca Juga : 7 Fakta Omicron, Varian Covid-19 yang Dikategorikan WHO sebagai VOC

"Kita sampai saat ini ada 7894 tempat tidur yang sudah ada. Jadi itu standby selalu begitu pemerintah menyatakan bahwa Wisma Atlet untuk dibuka lagi kita buka semua tower dan kita sudah siap," tuturnya.

Mintoro pun mengimbau masyarakat mematuhi aturan yang ada terkait karantina, isolasi, maupun protokol kesehatan.

"Untuk masyarakat terutama yang baru pulang dari luar negeri baik pekerja migran, pelajar, atau yang baru wisata tetap patuhi aturan pemerintah mengenai karantina. Ketika karantina dinyatakan positif PCR patuhi lagi aturan bagaimana syarat isolasi. Itu untuk kebaikan diri sendiri dan keluarga. Lalu untuk masyarakat umum Covid-19 ini belum selesai jadi tetap laksanakan 3M masker mencuci tangan dan menjaga jarak. Lalu tidak lupa juga 3Tnya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini