Share

Massa Reuni 212 Ricuh: Enggak Usah Bawa Senjata Ini Bukan Perang, Jangan Takuti Rakyat!

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 02 Desember 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 338 2510731 massa-reuni-212-ricuh-enggak-usah-bawa-senjata-ini-bukan-perang-jangan-takuti-rakyat-t02doFY78i.jpg Aparat bersenjata di lokasi reuni 212/ MPI

JAKARTA - Massa aksi damai reuni 212 memadati Jalan Abdul Muis dan Jalan Budi Kemuliaan, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat pada Kamis (2/12/2021).

Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi, sejumlah polisi yang mengemudikan sepeda motor trail besar tersebut tampak membubarkan kerumunan massa aksi 212 yang tampak berisitirahat di pom bensin Pertamina. Akibatnya, massa terlibat adu mulut dengan apparat gabungan yang berjaga di lokasi.

 (Baca juga: Ada Penutupan Jalan Cegah Aksi Reuni 212, Polda Metro Minta Maaf)

Setelah massa terurai, pasukan polisi bermotor trail besar tersebut kemudian bergeser ke titik lokasi lainnya yang masih ada kerumunan massa aksi damai Reuni 212.

Awalnya sejumlah massa tersebut kembali berkumpul saat sebelumnya sempat diminta membubarkan diri. Kemudian ketika hendak dihalau ke salah satu pom bensin Pertamina yang terletak di Jalan Abdul Muis mereka tampak kesal.

(Baca juga: Antisipasi Massa Reuni 212, Petugas Sekat Akses Menuju Masjid Azzikra Sentul)

"Gak usah bawa senjata pak ini bukan perang. Jangan menakuti rakyat," ujar salah satu pemuda peserta aksi Reuni 212.

"Kalau mau angkat senjata ke Papua saja sana itu diurusin, gak beres-beres sampai sekarang," teriak pemuda tersebut lagi.

Kemudian tampak belasan sepeda motor trail dari anggota Brimob Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya TNI menghalau peserta aksi agar membubarkan diri.

Tampak salah satu emak-emak tidak terima dengan sikap petugas yang menghalau massa ke sudut jalan yang terik karena tidak ada pohon rindang.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Ngapain pak pakai motor begitu sama kami, kami disini hanya menyampaikan aspirasi. Itu motor bapak yang besar itu dibeli dari pajak rakyat," kata emak-emak yang menggunakan cadar dan jilbab serba berwarna hitam tersebut kepada aparat kepolisian yang mengendarai motor trail besar.

Sejumlah petugas kepolisian yang berjalan kaki kemudian menenangkan massa meminta massa untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

"Tolong demi ketertiban umum jangan berkerumun, jangan melakukan aksi. Kegiatan ini sudah dilarang oleh pemerintah," kata salah satu anggota kepolisian yang menghalau massa peserta aksi Reuni 212.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini