Share

Kecamatan Mampang Sebut Banyak Warganya Minta Pembangunan Sumur Resapan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 06 Desember 2021 03:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 338 2512376 kecamatan-mampang-sebut-banyak-warganya-minta-pembangunan-sumur-resapan-FdXGn34KzN.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Camat Mampang Prapatan, Rafli menyebutkan bahwa pihaknya banyak diminta warga untuk dibangunkan sumur resapan. Sehingga, sebanyak 150 surep akan dibangun di kawasan Mampang.

"Masih ada permintaan masyarakat untuk membuat drainase vertikal ini. Untuk di Kecamatan Mampang Prapatan di tahap 2 ada penambahan sekitar 150 drainase vertikal untuk dibangun di pinggir jalan utama Jl Jenderal Gatot Subroto, taman, dan selebihnya di sekolah-sekolah," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Senin (6/12/2021).

Menurutnya, surep itu berfungsi untuk memotong jarak alir arah horisontal menjadi lebih dekat sehingga meningkatkan proses konsolidasi tanah.

"Pembangunan drainase vertikal di DKI Jakarta akan berdampak mengurangi genangan atau banjir. Hal itu telah teruji di beberapa titik," tuturnya.

Dia menerangkan, surep itu memiliki banyak manfaat, seperti sebagai upaya konservasi air tanah di DKI Jakarta, kemudian berfungsi sebagai upaya mencegah penurunan muka tanah. Dengan banyaknya eksploitasi air tanah pada lapisan akuifer dapat mengakibatkan penyusutan lapisan tanah sehingga terjadi penurunan permukaan tanah.

Baca juga: Pemprov DKI Tegur Kontraktor Sumur Serapan Bahayakan Pengguna Jalan

Sementara itu, Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Yusmada Faizal menambahkan, hingga 9 November 2021, telah dibangun drainase vertikal tipe buis beton sebanyak 16.035 titik dengan daya tampung 31.498 m3. Sementara itu, daya tampung sumur resapan tipe modular sebanyak 6.633,7 m3. Kapasitas sumur resapan yang sudah ada (buis beton+modular+optimalisasi) sebanyak 38.453m3.

Baca juga: Anies Baswedan: Sumur Resapan Atasi Banjir Bukan Bahayakan Pengguna Jalan

"Lokasi pembangunannya pun beragam, ada yang di trotoar, persil, dan jalan lingkungan karena tidak bisa menempatkan sumur resapan di tanah pribadi masyarakat sehingga harus dibangun di aset milik pemprov DKI Jakarta," katanya.

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini