Share

Dishub Sebut Terjadi 248 Kecelakaan Bus Transjakarta sejak September 2021

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Senin 06 Desember 2021 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 338 2512773 dishub-sebut-terjadi-248-kecelakaan-bus-transjakarta-sejak-september-2021-3qrhZeW6xv.jpg Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto : MNC Portal/Refi Sandi)

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo menyebut tercatat 248 bus Transjakarta mengalami kecelakaan sepanjang September hingga awal Desember 2021.

Syafrin menjabarkan data tersebut saat rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta pada hari ini Senin (6/12/2021).

"Kami laporkan, memang dari hasil inventarisasi kami itu telah terjadi lebih kurang 248 kejadian sejak September 2021. Jadi ada terdapat 248 laka lantas selama periode September sampai dengan awal Desember ini," ujar Syafrin.

Ia melanjutkan, bersama jajaran PT Transjakarta telah melakukan pembinaan kepada sopir serta mengecek rutin seluruh armada bus.

"Tentu untuk upaya yang telah dilakukan jangka mendesak sub periode September ini, kami dengan Transjakarta telah berupaya untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh awak kendaraan sebelum mengoperasikan kendaraan," ucapnya.

Baca Juga : Imbas Kecelakaan Beruntun, Operasional 229 Bus Transjakarta Dihentikan Sementara

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya memaparkan setidaknya ada 502 kecelakaan bus Transjakarta selama periode Januari-Oktober 2021. Ia menjabarkan operator bus yang paling banyak menyumbangkan angka kecelakaan yaitu PPD sebanyak 34 persen dan Mayasari Bhakti 32 persen.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Jenis kecelakaan itu terbagi dua. Sekira 12 persen kecelakaan akibat bus Transjakarta ditabrak atau diserempet kendaraan lain dan 88 persen karena bus Transjakarta menabrak bidang atau kecelakaan tunggal.

"Tentu kecelakaan ini ada jenisnya. Kecelakaan itu ada yang merupakan TransJakarta menabrak bidang tertentu atau subjek tertentu. Kedua TransJakarta ditabrak pengendara lain, ketika TJ mengalami kecelakaan tunggal, jadi meleng nabrak pembatas jalan," tutur Yana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini