Share

Dinkes DKI Pastikan Kabar 4 Warga Jakarta Terpapar Varian Omicron Hoaks

Komaruddin Bagja, Sindonews · Rabu 08 Desember 2021 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 338 2514018 dinkes-dki-pastikan-kabar-4-warga-jakarta-terpapar-varian-omicron-hoaks-rwrEi7GSSN.jpg Kadinkes DKI, Widyastuti. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantah informasi soal ditemukannya 4 warga Ibu Kota terpapar varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron. Informasi tersebut ternyata adalah kabar bohong alias hoaks.

Berdasarkan hasil klarifikasi terakhir ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI pada Rabu, 8 Desember 2021 pukul 14.30 WIB. Sampai saat ini belum ditemukan varian baru Omicron di DKI Jakarta. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan pihaknya secara aktif melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) setiap harinya untuk mendeteksi varian virus corona.

 “Setidaknya sudah 2.500 spesimen diperiksa dan 40 persen di antaranya adalah variant of concern dan sejauh ini tidak ditemukan varian Omicron. Pemeriksaan WGS sendiri dilakukan di Litbangkes Kemenkes RI dengan beberapa lab WGS jejaring Litbangkes di DKI Jakarta,” terang Widyastuti di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (8/12/2021). 

Baca juga: Kemenkes Bantah Adanya Temuan Varian Omicron di Bekasi

Dinkes Provinsi DKI Jakarta mendapatkan hasil pemeriksaan WGS melalui Litbangkes Kemenkes RI secara periodik. Akan tetapi sampai berita ini diturunkan belum ditemukan Omicron.

Untuk diketahui, pada minggu lalu ditemukan klaster kasus positif dari perjalanan luar negeri, yang kemudian sudah dilakukan pemeriksaan WGS dan Tes, Lacak, Isolasi yang adekuat. Akan tetapi hasil WGS bukan merupakan Omicron. 

Dinkes Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan perpanjangan karantina pelaku perjalanan luar negeri selama 10 hari dan 14 hari untuk mencegah penyebaran varian baru Omicron.

“Penguatan surveilans WGS dan 3T terus ditingkatkan, selain upaya 6M dan vaksinasi yang optimal,” pungkas Widyastuti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini