Tertipu Bisnis Minyak Goreng Murah, Warga Satu RT di Tangerang Rugi Miliaran Rupiah

Nandha Aprilia, MNC Media · Kamis 09 Desember 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 338 2514663 tertipu-bisnis-minyak-goreng-murah-warga-satu-rt-di-tangerang-rugi-miliaran-rupiah-D3kHqqXAVq.jpg Ketua RT Yadi Mulyadi (Foto: Nandha Aprilia)

TANGERANG - Tergiur dengan bisnis minyak goreng murah, puluhan warga RT 07/RW 08 di Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang menjadi korban penipuan. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Ketua RT di wilayah tersebut, Yadi Mulyadi, menjelaskan terkait modus yang dilakukan pelaku bernama Rika Rahmawati, yang merupakan warga di RT tersebut.

Baca Juga:  Heboh! Warga Satu RT di Tangerang Kena Tipu Bisnis Minyak Goreng Murah

Diakui Yadi, pelaku sendiri melakukan aksi dengan menjual minyak goreng dengan cara pre-order kepada korbannya dengan harga beli lebih rendah dari pada harga pasaran.

“Dia (pelaku) belinya normal jualnya di bawah pasar, usaha jual beli minyak. Tanpa izin usahanya itu. Ini saya baru tahu setelah terkuak ke permukaan," kata Yadi saat ditemui, Kamis (9/12/2021).

Untuk awalnya agar tak menimbulkan rasa curiga, Yadi menuturkan pelaku memberikan hak dari para korbannya, dengan memberikan barang minyak goreng tersebut.

Namun, lambat laun pelaku mulai tidak memberikan hak dari para korban dengan tidak memberikan barang yang dijanjikan. “Untuk menjerat para korban, pelaku selalu mengawali modusnya dengan memberikan barang yang dipesan oleh korban," tuturnya.

Baca Juga:  Nyamar Jadi Petugas Covid-19 untuk Gasak Harta Korban, Komplotan Penipu Ditangkap

Lantas, dari tindakan ini Yadi menuturkan sekitar 20 warga dalam satu RT tersebut menjadi korban dari praktik bermodus jual beli minyak goreng murah ini.

"Kalau warga saya yang kepalanya 20, tapi ini berentetan tapi informasinya 70 orang. Karena warga tidak ada laporan ke saya. Hanya tahu dari orang atau korban," ujar Yadi.

Di sisi lain, diketahui baru-baru ini yang menjadi korban tidak hanya di ruang lingkup RT tersebut, namun ada pula dari pihak luar yang mengaku menjadi korban atas tindakan pelaku.

Sehingga, Yadi menuturkan untuk total keseluruhan korban dari aksi pelaku tersebut mencapai sekitar 80 orang, dengan tafsiran kerugian sendiri mencapai Rp60 miliar.

“Pas saya data awalnya ada 68 (orang) tapi bertambah yang saya dapat informasinya 80 orang korban total kerugian info yang saya dapat Rp60 miliar,” papar Yadi.

Pada 29 November 2021 lalu, para korban menggeruduk kediaman pelaku. Diakui Yadi bahwa pelaku sudah menyerahkan diri Polsek setempat. "Saya ke sini pas dia digeruduk, tapi posisi pelaku sudah menyerahkan diri ke Polsek,” ujar Yadi.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Zazali Haryono pun membenarkan terkait kasus ini. Zazali menuturkan saat ini kasus ini tengah dalam proses penyelidikan.

"Sudah, sudah kita tangani. Sudah kita lakukan penyelidikan,” ujar Zazali saat dihubungi awak media.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini