Share

Diperiksa Polda Metro, Sekjen Pemuda Pancasila Dicecar 22 Pertanyaan

Erfan Maaruf, iNews · Senin 13 Desember 2021 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 338 2516476 diperiksa-polda-metro-sekjen-pemuda-pancasila-dicecar-22-pertanyaan-KhLuGZLzmA.jpg Polda Metro Jaya (Foto: Antara)

JAKARTA - Polda Metro Jaya memeriksa Sekjen Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP), Arif Rahman. Dia diperiksa terkait kasus demo ricuh di depan Gedung DPR RI yang berujung AKBP Dermawan Karosekali.

"Jadi hanya melengkapi tidak ada yang lain hanya keterangan itu saja," ujar Arif usai diperiksa, Senin (13/12/2021).

Baca Juga:  Tegas! Polres Jakpus Segel Markas Ormas Pemuda Pancasila dan FBR

Arif menyebut, pihaknya dicecar 22 pertanyaan oleh penyidik. Tak hanya itu, pihaknya juga diminta untuk melengkapi beberapa dokumen-dokumen terkait organisasi PP.

"Jadi, kami serahkan tadi bahwa tidak ada anjuran dari pihak Pemuda Pancasila untuk membawa sangkur ataupun senjata tajam yang lainnya dan itu tidak ada sama sekali di peraturan organisasi kita," tambahnya.

Arif mengklaim, PP tak meminta anak buahnya untuk membawa senjata tajam saat demo.

"Tanpa arahan. Saya sampaikan imbauan saya tentang aksi damai juga saya sampaikan pada polisi, kepada pihak penyidik bahwa kita sudah mengimbau malamnya itu untuk aksi damai dan satu titik yaitu di DPR RI," tegasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menerangkan pentolan yang akan diperiksa yang diperiksa, yakni Sekjen Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Arif Rahman, dan Ketua MPC Pemuda Pancasila Jakarta Timur Norman Silitonga.

"Iya benar (hari ini petinggi PP periksa)," papar Zulpan, Senin (13/12).

Baca Juga:  Hari Ini, Penyidik Polda Metro Bakal Periksa Pentolan Pemuda Pancasila

Meski demikian berkaitan dengan kasus demonstrasi yang berakhir pada pengeroyokan terhadap Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali pada 25 November silam.

Selain itu, di dalam kejadian tersebut juga polisi menangkap sejumlah orang anggota PP karena terbukti membawa sejumlah senjata tajam. Dari sebanyak 21 anggota PP yang diperiksa, 15 jadi tersangka kepemilikan senjata tajam.

Sebanyak enam anggota PP dinyatakan sebagai tersangka usai ketahuan mengeroyok AKBP Dermawan Karosekali.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini