Share

4 Fakta Kapolda Metro Murka akibat Laporan Masyarakat Ditolak, Oknum Polisi 'Diusir' dari Jakarta

Tim Okezone, Okezone · Rabu 15 Desember 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 338 2517313 4-fakta-kapolda-metro-murka-akibat-laporan-masyarakat-ditolak-oknum-polisi-diusir-dari-jakarta-AUfF6Kb98L.jpg Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran murka dengan anak buahnya yang nekat menolak laporan masyarakat korban perampokan ke Polsek Pulogadung, Jakarta Timur. Anggota yang menolak laporan diketahui bernama Aipda Rudi Panjaitan.

Berikut fakta-fakta dari kasus penolakan laporan korban perampokan di Polsek Pulogadung :

1. Dimarahi Polisi Usai Jadi Korban Perampokan

Usai menjadi korban perampokan usai mengambil uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), korban langsung bergegas melapor ke polsek di sekitar Rawamangun. Namun, sayangnya laporan yang dia sampaikan ditolak. Polisi malah menyuruh dirinya pulang saja sebab percuma mencarinya lantaran tak bakal ditemukan.

"Polisi tersebut justru ngomelin saya "lagian ibu ngapain sih punya atm banyak-banyak. Kalau begini jadi repot, apalagi banyak potongan biaya admin juga dengan nada bicara tinggi," ujar korban dalam keterangan Instagram, dikutip Minggu, 12 Januari 2021 .

2. Kapolres Jaktim Minta Maaf

Terkait perlakuan oknum anggota yang tidak sopan tersebut, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Erwin meminta maaf atas insiden tersebut. Dia menegaskan, sejatinya laporan itu sudah diterima namun ada perkataan dari oknum anggota yang tidak mencerminkan sebagai pengayom masyarakat karena menyinggung perasaan korban.

"Saya meminta maaf kepada masyarakat untuk kemudian saya akan perbaiki dan kami akan menghukum oknum atau petugas yang tidak bisa menempatkan diri, tidak bisa berempati atau melanggar SOP. Hukuman kami percepat," kata Erwin.


3. Dimutasi ke Polres Jakarta Timur sebagai Bintara Seksi Umum (Basium)

Saat ini, Aipda Rudi dimutasi ke Polres Metro Jakarta Timur dan tidak diberikan tugas atau nonjob untuk pemeriksaan.

"Sudah ditindak dia. Tindakanya sudah dimutasikan di Polres Metro Jakarta Timur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebelum dipindahkan ke Polres Jakarta Timur sebagai Bintara Seksi Umum (Basium) dalam rangka pemeriksaan oleh Propa, Aipda Rudi menjadi Unit Serse Polsek Pulogadung. Namun, kemudian di Polres Jakarta Timur tidak diberikan job (nonjob).

"Kan jabatannya Unit Serse Pulogadung kemudian dipindahkan ke Polres Jaktim nonjob jadi Basium atau Bintara Seksi Umum itu dalam rangka pembinaan," jelasnya.

4. Kapolda Metro Murka Minta Diusir dari Jakarta

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran meminta Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) dan Kabid Propam untuk segera mengambil tindakan untuk melakukan Provost dan melakukan mutasi tour of area kepada salah satu anggota mereka terkait tindakan penolakan tersebut.

"Ini saya minta Pak Irwasda, Kabid Propam, SPKT-SPKT ini tolong ditertibkan para kapolres ini juga. Saya minta ini yang Jakarta Timur segera provost lakukan sidang disiplin, tuntut dia untuk mutasi tour of area, keluar dari Polda Metro Jaya," kata Fadil.

Lebih lanjut, Fadil menyatakan tindakan ini merupakan bentuk kasih sayang dirinya terhadap anggotanya. Tetapi, jika anggota tersebut tidak menyayangi dirinya, Fadil juga biaa melakukan hal yang sama.

"Saya sayang sama Anda tapi kalau Anda tidak sayang sama dirimu sendiri, saya akan perlakukan Anda seperti itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini