Share

Bacakan Eksepsi, Munarman Minta Dibebaskan dari Semua Dakwaan

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Rabu 15 Desember 2021 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 338 2517340 bacakan-eksepsi-munarman-minta-dibebaskan-dari-semua-dakwaan-KwhRljmjaD.jpg Munarman (foto:Antara)

JAKARTA - Mantan Sekertaris FPI, Munarman meminta Majelis Hakim untuk membebaskan semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme yang menjeratnya. Pasalnya, Munarman menilai semua tuduhan hingga penangkapan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Memohon agar yang mulia berkenan memeriksa, mengadili dan menjatuhkan putusan sela menyatakan penangkapan saya tidak sah dan memerintahkan jaksa penuntut umum melepaskan saya," kata Munarman saat membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (15/12/2021).

Penangkapan yang tidak sesuai, lanjut dia, yakni dakawaan JPU tidak sesuai dengan asas pada Pasal 1 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Menyatakan dakwaan jaksa penuntut umum tak cermat atau tak jelas. Menyatakan dakwaan jaksa penuntut umum batal demi hukum," ujarnya.

Atas dasar tersebut, Munarman meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk tidak melanjutkan perkara dugaan tindak pidana terorisme yang menjeratnya. Selain itu, Munarman pun meminta agar nama baiknya dipulihkan akibat tersangkut kasus tersebut.

Baca juga: Munarman Hadir dalam Persidangan, Pengamanan di PN Jaktim Diperketat

"Menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak bisa mengadili perkara ini, memulihkan harkat martabat saya di masyarakat atau kalau hakim memiliki putusan lain, maka memohon putusan seadil-adilnya," tuturnya.

Baca juga: Sidang Eksepsi, Munarman Bakal Hadir di PN Jaktim

Sebelumnya, dalam eksepsinya Munarman menyebutkan dirinya menjadi target penangkapan Polisi sejak menyatakan membela kasus pembantaian keji enam laskar FPI.

"Bermula dari pernyataan saya yang membela Pembantaian keji tidak berprikemanusiaan dalam kasus Pembantaian 6 laskar pengawal Habib Rizieq dan menjadikan saya sebagai target sebelum saya membantah sepihak dalam kasus extra judicial killing," kata Munarman.

Dalam peryataan tersebut Munarman memberi kesaksian bahwa pada insiden berdarah itu enam laskar pengawal Habib Rizieq tidak membawa senjata api. Akibat kesaksian itu dirinya pun diincar untuk dipenjarakan.

"Cara kerja cipta kondisi dengan opini melalui orang-orang suruhan untuk membuat laporan polisi dan operasi media untuk memblow up hal tersebut sudah jamak dilakukan oleh komplotan yang memiliki kekuasaan power full," ujarnya.

Sebagai penguat, lantas Munarman mengutip berbagai sumber berita dari media online terkait dugaannya yang dijadikan target penagkapan setelah membela Pembantaian keji terhadap enam laskar pengawal Habib Rizieq.

"FPI Bantah Serang Polisi : Kami Tidak Punya Akses Senjata Api. Munarman Dipolisikan Usai Sebut Laskar FPI Tak Bersenjata. tuturnya.

Baca juga: Terduga Teroris di Sumsel Ditangkap saat Ingin Service Mobil

Pada sidang sebelumnya, JPU mendakwa Munarman melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana diatur UU Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Di antaranya agenda baiat atau pernyataan sumpah setia kepada ISIS di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada 24-25 Januari dan 5 April 2015.

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan untuk melakukan tindak pidana teroris, dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan," kata JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (8/12/2021).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini