Share

Jakarta Resmikan Ruas Jalan Berbayar pada 2023, Tarif Bisa Capai Rp19.900

Adrianus Febriyanto, Okezone · Kamis 16 Desember 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 338 2518018 jakarta-resmikan-ruas-jalan-berbayar-pada-2023-tarif-bisa-capai-rp19-900-6a3rOYqRNC.jpg foto: dok Sindonews.com

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan uji coba penerapan jalan berbayar tahun 2023 mendatang. Sejauh ini, sudah dipersiapkan usulan untuk pembuatan 18 koridor ruas jalan yang diperkirakan mencapai 174,04 kilometer.

Sebanyak 18 ruas jalan ini nantinya akan diuji cobakan untuk jalanan berbayar dalam Raperda tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ).

"Kami sudah masukkan di Rencana Induk Transportasi Jakarta. Pada tahun 2022 akan kami bahas. Total 18 koridor ruas jalan, hampir 174,04 kilometer jalan yang akan di-ERP-kan," kata Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Zulkifli dikutip dari akun Youtube Dewan Transportasi Kota Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Baca juga:  Wagub DKI Sebut FEO Sedang Cari Tempat Terbaik Pelaksanaan Balap Formula E

Zulkifli memaparkan projek ini sudah sejalan dengan jaringan transportasi umum di Jakarta, mulai dari MRT, Transjakarta, hingga Commuter Line.

Untuk Transjakarta sendiri, akan ditambahkan sejumlah ruas tambahan yang sebelumnya memiliki 13 ruas, menjadi 17. ERP ini akan dikembangkan secara bertahap, dimulai dari Jalan Jenderal Sudirman.

Baca juga:  Pemprov DKI Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 6-11 Tahun Pekan Depan

Zulkifli mengungkapkan, Pemprov DKI akan melakukan lelang untuk pembangunan ERP di Simpang CSW atau dekat Stasiun MRT ASEAN sampai Bundaran HI. Lelang ini akan dilakukan tahun 2022 mendatang.

Ada pun tarif yang diusulkan Pemprov DKI terkait ERP yakni sekitar Rp5.000 sampai Rp19.900 sekali jalan. Tujuan ERP sendiri yakni untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kendaraan umum dan diharapkan dapat memicu pergantian transportasi dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum.

"Yang paling penting dari sektor hukum, akan terjadi paradigma baru dalam penindakan di jalan. Tadinya bersifat on the spot di jalan, berubah menjadi secara elektronik," tutup Zulkifli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini