Share

AKBP Dermawan Karosekali Kembali Bertugas Pasca-Dikeroyok Anggota Pemuda Pancasila

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 17 Desember 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 338 2518560 akbp-dermawan-karosekali-kembali-bertugas-pasca-dikeroyok-anggota-pemuda-pancasila-yqSGKBE0w1.jpg Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali dikabarkan telah kembali pulih dari dari luka akibat pengeroyokan massa ormas Pemuda Pancasila, di depan Gedung DPR pada Kamis 25 November 2021. Saat ini AKBP Dermawan telah kembali beraktivitas.

"Sudah sehat sudah bekerja kembali," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada MNC Portal saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (17/12/2021).

 Baca juga: Diperiksa Polda Metro, Sekjen Pemuda Pancasila Dicecar 22 Pertanyaan

Sejumlah aktivis telah dilakukan oleh AKBP Dermawan seperti melakukan pengamanan demo di depan DPR pada Kamis (16/12/2021) kemarin. Kemudian melakukan pemantauan arus lalu lintas.

Sebelumnya, demonstrasi yang digelar PP di depan Gedung DPR berakhir pada pengeroyokan pada Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali pada 25 November 2021. Selain itu pada demo tersebut ada sejumlah orang yang ditangkap karena terbukti membawa sejumlah senjata tajam.

 Baca juga: Hari Ini, Penyidik Polda Metro Bakal Periksa Pentolan Pemuda Pancasila

Dari sebanyak 21 anggota Pemuda Pancasila tersebut, yang telah ditetapkan sebagai tersangka 15 anggota Pemuda Pancasila sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam. Sedangkan 6 anggota sebagai tersangka pengeroyokan Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali.

Akibat penyerangan itu, Karosekali mengalami luka serius di bagian kepala dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Polri.

Polda Metro Jaya telah menetapkan 6 anggota Pemuda Pancasila sebagai tersangka pengeroyokan AKBP Dermawan Karosekali.

Total enam tersangka yang ditangkap, yakni RC, AS (18), WH (35), DH (23), ACH (29), serta MBK (23). Keenam tersangka sudah ditahan di Polda Metro Jaya dan dijerat Pasal 170, 212, 216, dan 218 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini