Share

Viral Final Turnamen Sepakbola Satpol PP Vs Setwan Berujung Ricuh

Hambali, Okezone · Selasa 21 Desember 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 338 2520444 viral-final-turnamen-sepakbola-satpol-pp-vs-setwan-berujung-ricuh-SeZD52akkS.jpg Tangkapan layar kericuhan suporter sepakbola (Foto : @infotangsel.co)

TANGERANG SELATAN - Turnamen sepak bola yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) viral di media sosial, bikin malu lantaran berujung ricuh. Hal itu dilakukan para supertor tim Satpol PP melawan Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di laga final turnamen tersebut.

Dalam video viral, nampak sejumlah orang terlibat kontak fisik di tengah lapangan. Mereka tak perduli saat panitia coba melerai. Di antara mereka bahkan masih ada yang mengenakan seragam kedinasan saling mengejar satu sama lain.

"Woi, norak, norak, norak, norak, woi," teriak salah satu penonton dalam video yang diunggah akun @infotangsel.co, dikutip Selasa (21/12/21).

Pertandingan final itu berlangsung pada Senin 20 Desember 2021 sore. Masing-masing tim didukung oleh suporter yang berkumpul di tepi lapangan. Beberapa pejabat dinas juga hadir menyaksikan langsung di lokasi.

Baca Juga : Viral Sopir Bus Batik Solo Trans Menggoda Penumpang, Gibran Tegaskan Bakal Ada Sanksi

Tak jelas siapa yang memulai kericuhan itu, beberapa pemain dan pendukung terlibat langsung di dalamnya. Akibat kericuhan, pertandingan pun ditunda beberapa saat. Personil pengamanan dari Polres Tangsel ikut turun meredakan pertikaian di lapangan.

Laga final itu akhirnya dimenangkan tim Satpol PP melalui drama adu pinalti dengan skor 4-2. Juara pertama mendapat hadiah pembinaan sebesar Rp7 juta, sedangkan Tim Setwan DPRD sebagai runner up mendapat Rp3 juta.

Saat dikonfirmasi, panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kericuhan itu hanyalah dinamika di lapangan. Pemicunya disebut fanatisme yang berlebihan dari masing-masing pendukung dan suporter.

"Ini ajang seru-seruan aja untuk membangun silaturahmi. Kalau ada yang menyimpulkan kericuhan, itu sangat berlebihan. Paling tidak kalau masing-masing pemain atau suporternya pulang pasti kan akan chaos, nyatanya mereka pulang bersamaan kan. Jadi dinamika di lapangan aja, setelah itu ya sama-sama lagi," ujar panitia penyelenggara, Iwan Pristyasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini