Share

Catat! Jangan Berteduh di Pohon Rindang saat Hujan Ekstrem

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 23 Desember 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 338 2521409 catat-jangan-berteduh-di-pohon-rindang-saat-hujan-ekstrem-f77SBLGlCN.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan mengimbau pada warga dan pengendara jalan untuk tak berteduh di bawah pohon rindang saat terjadi hujan. Hal itu guna mengantisipasi tertimpa dari pohon tumbang.

"Antisipasinya agar masyarakat tidak terkena pohon tumbang ya jangan berteduh dibawah pohon rindang. Terlebih cuaca ekstrem seperti sekarang ini," ujar Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Winarto pada wartawan, Kamis (23/12/2021).

Menurutnya, berkaca pada musibah pohon tumbang beberapa waktu lalu, pihaknya mewaspadai kejadian serupa di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama. Pasalnya, pada 2021 sudah terjadi angin puting beliung selama 2 kali.

"Musibah kemarin yang paling banyak malah Kebayoran Lama. Sering ada angin puting beliung dan menumbangkan pohon," tuturnya.

Dia menerangkan, menilik jenis pohon yang banyak tersebar, pohon angsana banyak tersebar di wilayah Jakarta Selatan. Pohon tersebut tidak punya akar tunjang dan cenderung naik ke permukaan dan pertumbuhan cepat sekali.

"Pohon itu awalnya bukan ditanam dari bibit tapi dari pohon yang sudah setengah jadi," jelasnya.

Dia menambahkan, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan sendiri selama tahun 2021 ini telah memotong 26.600 pohon yang tersebar di 10 Kecamatan. Sejumlah karakteristik pohon telah dikaji pihak suku dinas untuk mendapatkan penanganan berbeda pada setiap pohonnya.

Adapun total terdapat 66.000 ribu pohon yang ada di wilayah Jakarta Selatan ini dan saat hasil pemeriksaan pohon tersebut menunjukkan angka kerawanan diatas 40% akan dilakukan pemangkasan. Program penopingan pohon itu telah menjadi agenda rutin bagi jajaran agar tidak membahayakan warga.

"Sebanyak 14 tim disiagakan untuk memeriksa pohon rawan tumbang. Pemeriksaan meliputi kondisi pohon yang kropos, miring, hingga mati. Lokasi paling banyak pepohonan terdapat di Kecamatan Jagakarsa dan Kebayoran Baru," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini