Share

Evakuasi Ular Kobra, Relawan Reptil Tergigit hingga Nyawanya Nyaris Tak Tertolong

Hambali, Okezone · Minggu 26 Desember 2021 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 338 2522918 evakuasi-ular-kobra-relawan-reptil-tergigit-hingga-nyawanya-nyaris-tak-tertolong-TwersFmVP2.jpg Nyawa seorang relawan reptil nyaris tak tertolong lantaran tergigit ular kobra saat melakukan evakuasi. (Ist)

TANGERANG SELATAN - Proses evakuasi seekor ular kobra sepanjang 2 meter di permukiman warga di Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), berakhir tragis. Seorang relawan reptil, Doni F Setiaji (50), terkena gigitan di bagian tangan saat membantu melepas ikatan lakban pada kepala ular.

Doni pun sempat dilarikan ke klinik terdekat usai digigit ular. Namun, karena di sana tak ada serum bisa ular, ia diarahkan ke RSU Tangsel di Jalan Pajajaran, Pamulang. Kondisi jalan yang macet di beberapa titik membuat upaya penanganan medis terhadapnya terhambat.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 25 Desember 2021 sore sekira pukul 16.30 WIB. Doni mendapat kabar warga berhasil menangkap seekor ular kobra dengan panjang sekira 2 meter. Sebagai pecinta hewan, dia lantas mendatangi lokasi tersebut.

"Saya cek ke sana. Benar ular kobra, panjangnya sekitar 2 meter. Di sana saya lihat kondisi ularnya udah dililit sama lakban kain yang lebar itu, jadi ketutup semua kepalanya," kata Doni, Minggu (26/12/21).

Doni yang hendak mengevakuasi ular tersebut, terlebih dahulu melepaskan ikatan lakban di bagian kepala ular. Namun setelah terlepas, rupanya sisa bahan perekat pada lakban masih menempel di kepala ular dan juga tangan kirinya.

Baca Juga : Keluarga di Medan Kaget, Ada Ular Kobra Bersarang di Tumpukan Piring

"Jadi masih nempel ditangan saya sama ular itu, terus langsung digigit jari telunjuk saya. Habis itu langsung dibawa ke klinik, di sana ternyata nggak ada serumnya," tuturnya.

Doni melanjutkan, saat itu ia mulai merasakan efek dari bisa ular. Seluruh badannya lemas, bagian kepala terasa berat dan pening, hingga detak jantungnya kian berdetak cepat.

"Saya nunggu agak lama di situ, saya sudah pasrah sebenarnya sama Tuhan, sudah setengah sadar. Akhirnya saya minumin air kelapa ijo sambil nunggu mobil yang mau bawa saya ke RSU," tuturnya.

Dalam kondisi tubuh terkulai lemas, Doni dibawa menggunakan mobil rekannya menuju RSU. Perjalanan dari lokasi menuju RSU dipenuhi kemacetan panjang di mana-mana. Akhirnya setelah menempuh waktu sekitar 1,5 jam, Doni tiba dan langsung ditangani di ruangan IGD.

"Di sana langsung dapat penanganan intensif, disuntikkan serum, tangan saya juga digips. Alhamdulillah pagi tadi sudah boleh pulang," ucapnya.

Doni turut mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, lantaran saat ini tengah memasuki musim penetasan ular. Meski begitu, dia menyebut ular sebenarnya takut pada manusia dan hanya akan menyerang jika terancam.

"Ini kan musim penetasan, artinya bisa tambah banyak. Kalau ketemu ular di sekitar rumah hindari kontak fisik langsung, cukup diusir dengan sapu ijuk atau sapu lidi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini