Share

Sopir Taksi Online Aniaya Penumpang Wanita, Polisi Pastikan Tidak Ada Pelecehan Seksual

Dimas Choirul, MNC Media · Selasa 28 Desember 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 338 2523731 sopir-taksi-online-aniaya-penumpang-wanita-polisi-pastikan-tidak-ada-pelecehan-seksual-hSbc4NkQmJ.jpg Kombes Indra Zulpan. (Foto: Dimas Choirul)

JAKARTA - Sopir taksi online berinisial GJ yang menganiaya penumpangnya penumpang perempuan, NT kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan. Kini, GJ telah ditahan di Rutan Polsek Tambora, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, dalam peristiwa tersebut penyidik memastikan tidak ada perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan pelaku kepada korban.

"Jadi hasil pemeriksaan dalam BAP baik kepada tersangka maupun pelapor atau korban tidak ada pelecehan seksual," kata Zulpan saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (28/12/2021).

Hanya saja, Zulpan menerangkan, saat kejadian pelaku sempat memegang dagu, namun langsung ditepis oleh korban.

“Kemudian pengeroyokan juga tidak ada, tapi di situ korban ditemani kakaknya berinisial JT, perempuan yang memang sempat melerai ini," ungkapnya.

Dalam kasus tersebut polisi menetapkan tersangka GJ dengan dua alat bukti di antaranya hasil visum dan bekas luka yang dialami korban. "Ditambah lagi dari hasil BAP bahwa tersangka mengakui melakukan pemukulan sehingga unsur pidananya masuk," lanjutnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun.

Baca juga: Sopir Taksi Online Lapor Balik Penumpang Wanita Korban Penganiayaan Akibat Muntah di Mobil

Sebelumnya, NT mengalami kejadian tak mengenakan dari seorang driver taksi online di kawasan Tambora, Jakarta Barat pada Kamis (23/12) dini hari. NT ditampar dan ditendang hingga membuatnya mengalami luka-luka.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 02.00 WIB, saat NT dan kakaknya pulang dari pesta ulang tahun temannya. Karena dengan alasan beberapa hal, dia dan kakaknya memesan taksi online untuk pulang.

"Memang di mobil itu saya memang agak naik gitu (pengen muntah) saya udah bilang sama abangnya, mas saya boleh minggir dulu enggak, tapi masnya itu engga ladenin," kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/12/2021).

Karena sudah tidak tahan, dia langsung membuka jendela mobil dan muntah. NT mengaku, cipratan muntahnya mengenai bodi mobilnya.

"Setelah muntah, dia itu ngedumel sepanjang perjalanan sampe saya bilang, tenang mas nanti saya ganti rugi ongkos cuci mobilnya, baru tuh dia diem," ucapnya.

Lantaran merasa bersalah, NT kemudian memberi tip tambahan sebesar Rp100 ribu kepada sopir saat tiba di rumahmya. Namun, alih-alih memberi ongkos lebih sebagai ucapan maaf, sang sopir tidak mau menerima.

Sang sopir malah meminta uang sebesar Rp300 ribu. "Saya bilang mas sorry (maaf) mas saya engga ada uang cash (tunai) lagi, terus dia malah ngomong, halah lagak lu sok kaya pergi minum bisa lo sampe juta-jutaan, gitulah pokoknya dia hina-hina," tuturnya.

NT mengatakan, sang sopir kemudian turun dari mobil dan mengancam kakaknya dengan memanggil teman-temannya untuk datang mengeroyok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini