Share

Anies Hadiri Peresmian 6 Rumah Ibadah di Universitas Pancasila, Wujud Toleransi Umat Beragama

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Jum'at 07 Januari 2022 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 338 2528623 anies-hadiri-peresmian-6-rumah-ibadah-di-universitas-pancasila-wujud-toleransi-umat-beragama-vLNItcvWHx.jpg Gubernur Anies mendampingi Wapres Ma'ruf Amin meresmikan 6 rumah ibadah di Universitas Pancasila (Foto : Instagram/@aniesbaswedan)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peresmian enam rumah ibadah di lingkungan Universitas Pancasila, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Pembangunan rumah ibadah tersebut, menurut Anies, sebagai wujud toleransi umat beragama.

"Kita bangga dan bersyukur di lingkungan Kampus Universitas Pancasila, di kota Jakarta telah tersedia sarana ibadah Masjid At Taqwa, Gereja Katolik Santo Petrus, Gereja Protestan Grha Layanan Kristen, Pura Widya Santika, Vihara Dhamma Sasana, dan Klenteng Kabajikan Agung yang berdampingan," kata Anies dalam laman Instagram @aniesbaswedan dikutip, Kamis (6/1/2022).

Hal itu, sambungnya, merupakan wujud toleransi umat beragama dan bentuk komitmen segenap Pimpinan Universitas Pancasila yang patut diapresiasi, tidak mudah mewujudkan penyediaan sarana ibadah seperti yang dilakukan Universitas Pancasila.

Anies pun menyebut indikator keberagaman umat beragama. "Indeks kerukunan keberagamaan dibentuk dari tiga indikator besar, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerjasama," ujarnya.

Anies menambahkan peningkatan kerukunan umat beragama, orientasinya tidak hanya pada aspek toleransi semata, karena sikap toleransi itu baru merupakan syarat awal. Agar kerukunan umat beragama tumbuh semakin kuat, maka toleransi harus disertai dengan adanya sikap kesetaraan dan keadilan.

"Sikap kesetaraan harus diiringi tindakan nyata dalam bekerjasama di tengah masyarakat majemuk," ucapnya.

Baca Juga : DKI Jakarta PPKM Level 2, Anies Baswedan: Kapasitas Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen

Anies menuturkan kebijakan pembangunan bidang keagamaan di DKI Jakarta memberikan kesempatan kepada seluruh warga Ibukota untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan yang dianutnya masing-masing. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memfasilitasi pembinaan antar umat beragama, agar tetap dalam kondisi rukun, damai, saling menghormati dan penuh toleransi.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya mengatur perizinan agar tempat ibadah tetap selaras dan serasi dengan tata ruang kota secara keseluruhan, baik dilihat dari aspek fisik dan artistik kota, maupun aspek sosial dan kepentingan masyarakat Jakarta," jelasnya.

Lebih lanjut, Anies bersyukur warga Jakarta dapat berbaur dalam multikulturalisme.

"Kita bersyukur, warga Jakarta yang hidup berbaur menjadi satu, yang memberi dampak positif dalam segala aspek, terutama pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Saya percaya, masyarakat DKI Jakarta yang sejak lama mengakui perbedaan dalam bingkai NKRI, serta memahami multikulturalisme akan semakin menyatu dalam kehidupan sebagai warga kota Jakarta," tuturnya.

Sebagai informasi, Anies mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini