Share

Mobil Tabrak Motor hingga Terjun Bebas di Flyover Pesing, Polisi: Patuhi Rambu Larangan!

Muhammad Farhan, MNC Portal · Minggu 09 Januari 2022 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 09 338 2529528 mobil-tabrak-motor-hingga-terjun-bebas-di-flyover-pesing-polisi-patuhi-rambu-larangan-O8mYBWZatU.jpg Pemotor terjatuh dari Flyover Pesing. (Foto: Dimas Choirul)

JAKARTA - Imbas kecelakaan satu mobil dan tiga sepeda motor di flyover Pesing, polisi lalu lintas meminta kewaspadaan masyarakat dalam berkendara. Untuk itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat Komisaris Polisi I Wayan Sudana memastikan petugas tetap melakukan operasi lalu lintas di sekitar flyover. Pemotor dilarang melintasi flyover tersebut.

Meski sudah melakukan operasi, terlihat masih banyak pengendara roda dua yang melintasi flyover Pesing. Untuk itu Kompol Wayan menghimbau kewaspadaan pengendara terhadap rambu-rambu yang sudah ada di sekitar lokasi flyover tersebut.

"Sebenarnya rambu-rambu larangan untuk sepeda motor sudah ada", tegas Kompol Wayan pada Minggu (9/1/2022).

Baca juga: Tabrakan Maut Motor dan Mobil di Bangka Barat, Satu Orang Tewas

Kompol Wayan mengakui bahwas pelaksanaan operasi dilaksanakan ketika jam kerja saja. Untuk itu, pihaknya terus mengimbau kepada pengendara motor agar tertib pada aturan, meski tidak ada petugas.

"Di sini (flyover Pesing) sudah sering dilaksanakan operasi, tapi tidak ada petugas yang masuk (pada hari Minggu). Kita harapkan kesadaran pengguna jalan untuk selalu tertib aturan baik ada petugas maupun tidak ada petugas", pungkasnya.

Sebagai informasi, telah terjadi kecelakaan di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Pesing yang berlokasi di jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Sementara ini ditetapkan seorang tersangka yakni pengemudi mobil Nissan March berinisial AND lantaran menabrak tiga pengendara sepeda motor hingga luka-luka.

Terkait para pengendara motor yang menjadi korban saat melintas di jalan tersebut, polisi juga akan memberikan hukuman pelanggaran. Pengemudi tersebut terancam dijerat dengan pasal 310 ayat 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini