Pasien Omicron Pertama di Bogor Miliki Riwayat Perjalanan ke Jakarta

Antara, · Rabu 12 Januari 2022 01:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 338 2530787 pasien-omicron-pertama-di-bogor-miliki-riwayat-perjalanan-ke-jakarta-U5DGJ2UpOV.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

BOGOR - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Mike Kaltarina menyebutkan bahwa pasien Covid-19 varian omicron pertama di wilayahnya memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta.

"Dia sering ke Jakarta menggunakan transportasi umum. Tapi, saat ini kondisinya baik dan sudah dilakukan isolasi," ungkapnya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi anak di SDIT Al-Madinah, Cibinong, Bogor, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga:  Waspada! Puncak Kasus Omicron di Indonesia Diprediksi Terjadi Awal Februari

Mike menduga, pasien omicron yang merupakan warga Kecamatan Dramaga itu terpapar transmisi lokal, pasalnya yang bersangkutan terbilang jarang beraktivitas dengan perjalanan Bogor - Jakarta.

"Mungkin dia (transmisi) lokal ya. Dia ke Jakarta lalu dia pulang. Tapi orang ini bukan bekerja di Jakarta, hanya sekali-sekali ke Jakarta. Kebetulan barangkali terkena di perjalanan," ujar Mike.

Sebelumnya, Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Brigjen Ahmad Fauzi mengungkap adanya kasus Covid-19 varian omicron perdana di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yakni warga asal Kecamatan Dramaga.

"Kami sampaikan ada satu yang kena (omicron) di Dramaga" ungkapnya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi anak di SDIT Al-Madinah, Cibinong, Bogor.

Baca Juga:  Positif Omicron, Pria Ini Jadi Orang Pertama yang Terpapar di Kabupaten Bogor

Menurutnya, warga yang terpapar Omicron ini merupakan seorang pria berusia 28 tahun. Ia menyebutkan bahwa pemuda tersebut terkonfirmasi positif sejak 6 Januari 2022, dan saat ini menjalani perawatan di Jakarta.

Ia menyebutkan bahwa Satgas Penanganan Covid-19 setempat sudah melakukan tracking dari yang bersangkutan, sehingga menemukan sebanyak 10 orang yang kontak erat.

"Dari hasil pengecekan, dari 10 orang yang kontak erat itu dinyatakan negatif. Sehingga kami ini fokus untuk satu orang tadi," kata Brigjen Fauzi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini