Share

Pembunuhan Sadis Wanita di Bekasi, Leher Korban Disayat saat Dikerok karena Bisikan Gaib

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Kamis 13 Januari 2022 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 338 2531715 pembunuhan-sadis-wanita-di-bekasi-leher-korban-disayat-saat-dikerok-karena-bisikan-gaib-NDvDIL5kqy.jpg Foto: MNC Portal

BEKASI- Pembunuhan seorang wanita yang terjadi Perumahan Jatibening Estate, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, akhirnya berhasil diungkap polisi.

(Baca juga: Seorang Wanita Jadi Korban Pembunuhan Sadis di Bekasi)

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki mengatakan, bahwa pelaku yakni RG (53) dan korban HS (53) dalam insiden tersebut memiliki hubungan pertemanan.

“Kedua belah pihak memiliki hubungan sebagai teman, dimana mereka bertemu di rumah kakak pelaku. Kedua belah pihak juga sering bertemu di lokasi kejadian,” ujar Hengki di Mapolrestro Bekasi, Kamis (13/01/2022).

(Baca juga: Pria Misterius yang Menyerang Polres Lumajang Mengaku Mendapat Bisikan Gaib)

Hengki memaparkan kejadian tersebut yang berawal dari korban HS (53) merasa tidak enak badan ketika mendatangi rumah tersebut. Kemudian, korban HS meminta pertolongan pelaku RG untuk mengerok badannya di lantai tiga rumah tersebut.

“Korban tidak enak badan, kemudian meminta tolong RG untuk mengerok badannya,” jelas Hengki.

Namun tanpa alas an, pelaku langsung menyayat leher korban. Pelaku menyayat korban menggunakan pisau dapur yang terletak di sekitar lokasi.

“Terjadi bisikkan yang akhirnya terjadilah aksi pembunuhan tersebut dengan menggunakan pisau dapur. Luka sayatan korban itu ada di leher korban,” sambung Hengki.

Hengki menjelaskan, bahwa saat kejadian terdapat saksi HA yang tinggal juga di rumah tersebut. Saksi saat itu berada di halaman rumah untuk membuka pintu pemilik rumah MG, saat itu juga dirinya sempat mendengar teriakan minta tolong.

“Saksi HA sedang membuka pintu karena mendengar pemilik rumah pulang. Pas di lantai satu ia mendengar suara minta tolong,” tutur Hengki.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Saksi HA tidak sempat menghampiri sumber suara, saat itu ternyata korban yang sudah bersimbah darah sudah berjalan menuju garasi rumah. Korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di garasi.

“Lalu dilihat saksi HA dan pemilik rumah sudah bersimbah darah dan meninggal dunia.” pungkas dia.

Atas kejadian tersebut, RG dijerat dengan Pasal 338 KUHP. RG diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini