Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat, Polisi Perketat Pengawasan Kerumunan

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 14 Januari 2022 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 338 2532023 kasus-covid-19-di-jakarta-meningkat-polisi-perketat-pengawasan-kerumunan-Cmo5xdp05n.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E. Zulpan (foto: MNC Portal)

JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan menyebutkan pihaknya akan semakin memperketat pengawasan Covid-19 terhadap pelanggaran kerumunan masyarakat, dan penggunaan masker seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

"Kasus Covid-19 khususnya Omicron ini semakin tinggi, tentunya kita sudah melakukan langkah-langkah antisipasi," ujar Endra Zulpan.

Baca juga:  Bertambah 80, Wisma Atlet Kemayoran Rawat 2.380 Pasien Covid-19 Pagi Ini

Ia pemerintah telah menaikkan status level PPKM di DKI Jakarta dari Level 1 ke Level 2. Hal ini kata Endra Zulpan harus dipahami oleh semua pihak untuk semakin memperketat protokol kesehatan Covid-19 dan menghindari kerumunan.

"Kita terus menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mematuhi ketentuan pemberlakuan PPKM Level 2 oleh pemerintah," ungkap Endra Zulpan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 793, DKI Jakarta Jadi Provinsi Tertinggi

 

Pihaknya, sambung dia, akan melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap sejumlah tempat yang melanggar protokol kesehatan termasuk menimbulkan kerumunan. Beberapa kali pihak Polda Metro Jaya masih menemukan tempat hiburan malam yang melanggar protokol kesehatan.

"Kita menghimbau pada masyarakat tidak boleh ada kerumunan, pembatasan tempat keramaian, baik mal, cafe dan lainnya," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan, hingga saat ini terdapat 498 orang yang terpapar varian baru Covid-19 dengan kode B.1.1.529 atau Omicron. 498 orang tersebut saat ini dirawat di Wisma Atlet dan RSPI Sulianti Saroso.

"Omicron ini kan terakhir 498 orang, yang dirawat di Wisma Atlet dan RSPI Soelianti Saroso. Yang dari transmisi lokal 89 kasus, 17,9 persen, yang dari impor itu 409 kasus atau 80,1 persen. Memang mungkin ada penambahan lagi, nanti kita lihat data-datanya lagi," kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini