Dinkes Beberkan Awal Varian Omicron Terdeteksi di Tangsel

Hambali, Okezone · Jum'at 14 Januari 2022 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 338 2532090 dinkes-beberkan-awal-varian-omicron-terdeteksi-di-tangsel-QTFsxkAfMR.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

TANGSEL - Sebanyak 4 warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjalani isolasi usai positif terpapar Covid-19 varian Omicron. Satu di antaranya tertular dari perjalanan luar negeri, sedang 3 lainnya merupakan transmisi lokal.

Dinas Kesehatan (Dinkes) membeberkan awal pula empat kasus itu terdeteksi. Satu kasus dari perjalanan luar negeri diketahui setelah seorang perempuan berusia 34 tahun dinyatakan positif Omicron pada saat menjalani isolasi mandiri sepulangnya dari Amerika Serikat.

"Perempuan usia 34 tahun setelah ada kunjungan kerja di Amerika Serikat dari tanggal 3-12-2021 sampai 20-12-2021, langsung pulang dan transit ke Dubai tanggal 21-12-2021," terang Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendarlin, Jumat (14/01/22).

Baca juga: Kasus Probable Covid-19 Varian Omicron Muncul di Bali

Transit di Dubai berlangsung selama 11. Selama di sana, perempuan tersebut hanya berada di lingkungan bandara. Kemudian melanjutkan penerbangan kembali dan tiba di Indonesia tanggal 22 Desember 2021 di bandara Soekarno Hatta.

Sebagaimana prosedur yang ada, perempuan tetsebut menjalani swab PCR setibanya di bandara Soetta dengan hasil negatif. Berikutnya, dia diarahkan menjalani karantina di Hotel Thamrin, Jakarta selama 10 hari.

Baca juga: Pemerintah Lacak Transmisi Lokal Pelaku Perjalanan Bogor-Jakarta

"Pada saat hari ke 9 pada tanggal 30-12-2021, hasil swab PCR positif. Di karenakan pihak Hotel tidak menerima karantina yang positif swab PCR, maka di rujuk ke RS Ciputra Garden, dekat bandara Soetta pada tanggal 31-12-2021 di jemput dengan Ambulance," sambung Alin.

Berikutnya adalah kasus transmisi lokal sebanyak 3 kasus, dan 2 diantaranya merupakan suami istri yang tidak memiliki riwayat perjalanan luar negri. Pasien itu awalnya kontak erat dengan pasien positif dari salah satu rekan kerjanya. Dari hasil swab keluarganya diketahui istrinya positif PCR dengan varian Omicron.

Terakhir kasus selanjutnya adalah seorang lansia laki-laki berusia 60 tahun. Dari penelusuran diketahui lansia itu tidak punya riwayat perjalanan luar negri. Lansia tersebut awalnya mengeluh merasakan demam.

Kemudian pada tanggal 30 Desember 2021 pasien dites RDT Antigen dengan hasil positif. Lalu berikutnya pada tanggal 4 Januari 2022 pasien diswab kembali di RS Pelni Jakarta Pusat.

"Tracing terus kami lakukan sampai saat ini, mengingat yang bersangkutan banyak melakukan aktivitas. Artinya, kita harus melihat 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif untuk menemukan siapa saja kontak erat dengan pasien di antara nya di lingkungan tempat kerja," ungkapnya.

Mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid, sampai saat ini masih tersedia tempat isolasi terpusat di Rumah Lawan Covid (RLC) dengan kapasitas 300 tempat tidur untuk pasien tanpa gejala dan bergejala ringan.

"Dinas Kesehatan Kota Tangsel juga sudah mempersiapkan Rumah Sakit Serpong Utara dan rmah sakit rujukan lainnya untuk pasien yang bergejala," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini