Polisi Ungkap Kronologi Wanita Tewas dalam Kamar Hotel di Tangerang

Nandha Aprilia, MNC Media · Sabtu 15 Januari 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 338 2532537 polisi-ungkap-kronologi-wanita-tewas-dalam-kamar-hotel-di-tangerang-vBjXxGv0Fm.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

TANGERANG - Polisi mengungkap kronologi tewasnya seorang wanita, S (35) di sebuah kamar hotel di wilayah Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Komarudin menuturkan korban meninggal akibat penyakit bawaan. Hal ini diketahui setelah autopsi terhadap korban di RSUD Kabupaten Tangerang. 

Komarudin menjelaskan bahwa dari hasil autopsi, tidak ditemukannya kekerasan terhadap korban.

“Mengingat dari hasil autopsi, disimpulkan bahwa penyebab kematian bukan karena benda tumpul dan bukan karena pembunuhan,” ujar Komarudin kepada awak media di Polres Metro Tangerang Kota, Jumat (14/1/2022).

Dia menegaskan, bahwa korban miliki 4 penyakit yang diderita sebelumnya. “Tapi karena ada sakit ada 4 penyakit yang diderita oleh korban,” tuturnya. 

Diketahui keempat penyakit yang diderita oleh korban sendiri yakni pankreatitis kronik, glomerulo nefritis kronik, bronkiolitis, dan perlemakan hati.

Baca juga: Baru Pulang dari Arab Saudi, Wanita Ini Ditemukan Tewas Mengambang di Saluran Irigasi

Namun, kasus ini merembet ke kasus pencurian. Kejadian bermula ketika korban S dan R janjian untuk ketemu di sebuah hotel di wilayak Teluk Naga untuk mendiskusikan suatu hal. 

Setibanya di hotel, tersangka R dan korban memutuskan untuk membeli makan keluar hotel. 

“Setibanya lagi di hotel, R makan malam dan korban langsung mandi. Pada saat mandi itulah badan korban tidak enak dan mengeluarkan busa dari mulutnya,” ujar Komarudin. 

Sebagai informasi, S ditemukan tak sadarkan diri dengan mulut berbusa pada Kamis (6/1/2022) dini hari.

Sontak, R mengantarkan S ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan. Namun sayang, nyawa korban tak tertolong. 

Di saat seperti itu R diketahui kabur dengan membawa tas yang terdiri dari sejumlah uang dan juga motor korban.

Kombes Komarudin menjelaskan, alasan R kabur sendiri lantaran dia merasa panik karena S meninggal dunia.  

“Tersangka panik ya, karena teman satu kamarnya meninggal dunia di rumah sakit. Sudah melakukan upaya menolong korban, jadi sempat panik,” ujarnya.

Diakui Komarudin, setelah mengambil tas dan dompetnya, dia pun meninggalkan barang itu di jalan. 

“Setelah ambil uangnya, dompet dan tas nya ditinggalkan di jalan. Dan pelaku kemudian mencoba melarikan diri dan berhasil kita amankan perbatasan pandeglang dan kabupaten,” ujarnya. 

Pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini