Share

Banjir di Tangerang Diduga Akibat Saluran Air Tol JORR Meluap

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 19 Januari 2022 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 338 2534513 banjir-di-tangerang-diduga-akibat-saluran-air-tol-jorr-meluap-sItRdnt7xd.jpg Banjir terjadi di Tangerang (Foto: Isty Maulidya)

TANGERANG - Sejumlah kawasan di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten terendam banjir, Rabu (19/1/2022) pagi. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Hal tersebut terekam kamera warga dan dibagikan di media sosial. Dalam video di akun Instagram @infotangerangkota salah satu yang terdampak adalah Jalan Husein Sastranegara.

Baca Juga: BPBD DKI: 815 Warga Jakarta Barat Mengungsi Akibat Banjir

Menurut Wakil Wali Kota Sachrudin, diduga banjir akibat luapan saluran air yang ada di bawah jalan tol. Namun, saat ini banjir sudah teratasi, dan telah berangsur surut.

"Pnyebabnya akibat saluran air yang berada di bawah Tol JORR II tak memadai. Akibatnya, air meluap ke jalan dan pemukiman warga," ujarnya.

Pihak Pemkot Tangerang sebenarnya sudah menyampaikan pemberitahuan mengenai kondisi saluran air di bawah Tol JORR II kepada PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) selaku pengelola sejak tiga bulan lalu melalui surat resmi. Akan tetapi belum ada respon, meskipun dampaknya bisa menyebabkan banjir seperti yang terjadi hari ini.

"Kita harap PT JKC bisa melakukan penanganan yang masuk dalam areanya dengan membuat saluran air lebih besar lagi," ujarnya.

Baca Juga: 2 Kecamatan di Bekasi Terendam Banjir Pasca-Hujan Deras

Sementara itu, Camat Benda Achmad Suhaely mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan bahwa memang ada permasalahan di saluran air yang berada di bawah tol JORR II. Saluran air tidak berjalan lancar karena kondisinya yang kecil dan adanya sumbatan.

"Jadinya, aliran air ini tersumbat karena kondisi saluran air di bawah tol itu kecil, sehingga ketika hujan dengan insensitas tinggi, terjadi luapan," ujarnya.

Suhaely menambahkan, pada Oktober 2021, pihak PT JKC telah melakukan survei bersama Dinas PUPR dan Bappeda untuk mengatasi saluran air tersebut. Namun hingga saat ini belum ada tindakan lebih lanjut, dan akibatnya setiap hujan dengan insensitas tinggi, terjadi genangan di bawah Tol JORR II yang menghambat lalu lintas.

"Kami sudah sampaikan kepada kepada pihak JORR, namun baru survei dan belum ada penanganan lanjutan," lanjutnya.

Diketahui, ada 18 titik di Kecamatan Benda yang tersebar di empat kelurahan yaitu di wilayah Belendung, Jurumudi Baru, Jurumudi dan Benda yang terdampak genangan dengan ketinggian mulai dari 20 hingga 60 sentimeter, akibat luapan dari saluran air yang berada di bawah tol JORR II tersebut.

"Kami catat ada 18 titik yang terdampak dari luapan air akibat saluran air ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini