Share

Tanggapi Arteria Dahlan soal Kajati Jabar, Bima Arya: Orang Sunda Itu Pemaaf

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 23 Januari 2022 01:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 338 2536291 tanggapi-arteria-dahlan-soal-kajati-jabar-bima-arya-orang-sunda-itu-pemaaf-IoiTR01uaC.jpg Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Okezone)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya turut merespon perihal pernyataan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan terkait bahasa Sunda. Sedianya, kejadian itu dapat dijadikan pelajaran untuk semua pihak dalam memberikan pernyataan.

"Orang Sunda itu pemaaf, jadi tentu sudaj kita maafkan. Tapi ini saya kira pelajaran untuk bung Arteria untuk tidak masuk wilayah yang sangat sensitif dan bukan hanya bung Arteria tapi semua politisi semua saya kira harus hati-hati jangan masuk ke wilayah yang mengusik kebanggaan, identitas dan etnis tertentu," kata Bima, Sabtu (22/1/2022).

Sebagai orang Sunda, dirinya memahami adanya gejolak terkait pernyataan Arteria. Di Kota Bogor sendiri, Bima menyebut memiliki hari khusus dimana jajarannya mengenakan pakaian adat Sunda.

"Sebagai orang Sunda saya sangat memahami kalau ada gejolak seperti itu, karena di Bogor kan juga ada Kamis Aunda. Pangsinya, bahasa Sunda dan kita terbiasa tapi tidak pernah rapat dari ujung ke ujung pakai bahasa Sunda gak pernah. Orang Sunda juga tahu diri, tahu menempatkan diri," ungkapnya.

Dengan begitu, sudah sewajarnya Arteria menghadapi gejolak akibat dari pernyataannya sendiri. Semoga, kejadian ini menjadi pelajaran oleh semua pihak.

"Ini resiko pernyataan yang bersangkutan. Ini konsekuensinya, ini pelajaran buat semua untuk hati-hati mengeluarkan pernyataan," pungkas Bima.

Diketahui, Arteria Dahlan membuat gaduh masyarakat dengan pernyataannya yang meminta Jaksa Agung untuk mencopot seorang Kajati hanya gara-gara menggunakan bahasa Sunda dalam rapat.

Arteria sedianya sudah meminta maaf, namun aksinya itu kepalang membuat warga Sunda marah dan melaporkannya ke polisi. Arteria dilaporkan dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan, dan dianggap telah melanggar pemeliharaan bahasa daerah yang dilindungi oleh Undang-Undang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini