Share

Kasus Covid-19 Didominasi Jabodetabek, Wagub DKI: Interaksinya Tinggi

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Senin 24 Januari 2022 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 338 2536847 kasus-covid-19-didominasi-jabodetabek-wagub-dki-interaksinya-tinggi-50KbNUH2aP.jpg Ahmad Riza Patria. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa interaksi warga di Jabodetabek sangat tinggi. Hal itu merespons Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan dalam sepekan terakhir, kasus harian Covid-19 terus mengalami peningkatan yang didominasi dari Jabodetabek.

"Ya memang sekali lagi Jakarta nih kan Ibu Kota, Ibu Kota Jabodetabek apalagi interaksi di Jabodetabek sangat tinggi dan warga Jabodetabek itu keluar Jabodetabek juga, mungkin ke daerah lainnya di luar Jabodetabek. Jadi dimungkinkan penularan itu bisa saja melalui warga yang ada di jabodetabek," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).

Ariza pun mengimbau warga Jabodetabek. khususnya Jakarta untuk berhati-hati. Selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada.

Baca juga: Terdeteksi Covid, 10 Sekolah di Jakarta Tutup Sementara PTM

"Oleh sekali lagi warga di Jabodetabek tidak hanya di Jakarta memang harus hati-hati. Pastikan kita hadir di manapun menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan kurangi mobilitas, hindari makan bersama. Itu hal-hal yang sudah menjadi ketentuan. Untuk kita semua, kita patuhi kita taati menjadi satu kehidupan kita sehari," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dalam sepekan terakhir kasus harian Covid-19 terus mengalami peningkatan. Sebagian besar kasus disumbangkan oleh wilayah aglomerasi Jabodetabek.

"Berdasarkan data yang kami himpun, kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian yang naik. Kenaikan di Jawa Bali kami identifikasi masih bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek," ujarnya saat jumpa pers.

Selain itu, kasus yang disebabkan oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sudah berada dibawah 10 persen dari total kasus nasional. Dari sini, kata Luhut, dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu sebelumnya.

"Pemerintah juga terus mewaspadai tren positivity rate. Meski secara keseluruhan, PCR dan antigen, positivity rate masih di bawah standar WHO 5 persen, tetapi positivity rate PCR sudah meningkat menjadi 9 persen," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini