Share

Polisi Gerebek Home Industri Obat Keras Ilegal

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 26 Januari 2022 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 338 2538153 polisi-gerebek-home-industri-obat-keras-ilegal-zFbo7pygGs.jpg Polisi gerebek home industri obat keras (foto: MNC Portal/Putra RA)

BOGOR - Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditnarkoba Polda Jabar dan Polres Bogor membongkar home industri pembuatan obat keras ilegal di Cibinong, Kabupaten Bogor. Dari kasus ini, polisi menetapkan tiga tersangka dengan berbagai barang bukti.

Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Jayadi mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil kolaborasi beberapa hari terakhir. Hasilnya, ditemukan home industry pembuatan obat keras ilegal di sebuah ruko di wilayah Cibinong.

"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh rekan-rekan penyidik yang berkolaborasi dengan teman-teman dari wilayah dari Polda Jabar, kemudian dari Polres Bogor, kita temukan peralatan yang digunakan untuk memproduksi obat ilegal," kata Jayadi kepada wartawan di lokasi pabrik, Rabu (26/1/2022).

BACA JUGA:Polres Depok Tangkap Kurir Narkoba Angkut 17 Kg Ganja 

Tidak hanya alat produksi, di lokasi juga ditemukan bahan baku pembuatan obat keras ilegal. Adapun barang buktinya total yakni satu kardus obat-obatan tablet putih dengan logo AM berisi sekitar 40 ribu butir, 2 buah boks kontener berisikan serbuk warna kuning, satu boks kontainer serbuk putih dan lainnya.

"Ada juga 1 juta butir tablet warna putih disimpan dalam lemari yang merupakan hasil produksi ilegal, 30 ribu tablet warna putih dengan logo AM dan 5 ribu tablet warna putih dengan logo AM," ungkapnya.

BACA JUGA: 20 Pengedar Narkoba Ditangkap, 2,24 Sabu dan 1,46 Ganja Disita 

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan 8 orang dimana 3 orang diantaranya yakni IW, WD, dan YN telah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun peran masing-masing sebagai pemilik, pekerja dan teknisi yang mengoperasionalkan alat-alat produksi.

"Seandainya di dalam proses penyidikan nanti kita temukan alat bukti, maka status hukum yang lain akan ditingkatkan menjadi tersangka seperti tiga tersangka yang sebelumnya," tegas Jayadi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, obat keras ilegal yang diproduksi para tersangka ini disebar ke berbagai wilayah di Jabodetabek. Dalam satu hari, home industry tersebut mampu mencetak sekitar 20 ribu sampai 30 ribu butir obat keras ilegal.

"Yang dilanggar Pasal 196, 197 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 yaitu memproduksi, mengedarkan kesediaan farmasi tanpa izin edar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini