Share

Polisi Buru Bos Besar Pinjol Ilegal di PIK 2

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 27 Januari 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 338 2538697 polisi-buru-bos-besar-pinjol-ilegal-di-pik-2-mx60zdmRY6.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E. Zulpan (foto: MNC Portal)

JAKARTA - Polisi akan mengusut pihak yang menyuplai dana alias investor untuk perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang digerebek di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022) malam.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, penyidik masih mendalami keterangan dari manajer dan pegawai yang diamankan saat penggerebekan.

Baca juga:  Polisi: Pinjol di Pantai Indah Kapuk Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Nantinya, polisi akan mengembangkan keterangan mereka untuk mengetahui investor atau penyuplai dana pada perusahaan pinjol ilegal tersebut.

"Kami ambil keterangan, kemudian kami akan kembangkan dari mana suplai dana yang diperoleh daripada kegiatan pinjol ini," ujar Zulpan dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Baca juga:  Polisi: Ruko di Pantai Indah Kapuk Operasikan 14 Aplikasi Pinjol Ilegal

Sebelumnya, Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di PIK 2, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022).

"Hari ini kami mengamankan satu orang manajer yang bertanggung jawab serta 98 karyawan," kata Zulpan, di lokasi penggerebekan, Rabu (26/1/2022).

 

Zulpan membeberkan, seluruh pegawai yang diamankan bertugas untuk mengoperasionalkan 14 pinjol ilegal.

"Kemudian, mereka ini tugasnya terbagi dua, pertama sebagai tim reminder sebanyak 48 orang," paparnya.

Sebanyak 48 orang ini bertugas untuk mengingatkan peminjam satu-dua hari sebelum jatuh tempo. "Sisanya tim untuk mengingatkan atas keterlambatan para peminjam," ungkap Zulpan.

Kemudian, ada tim yang bertugas untuk mengingatkan dari hari pertama sampe tujuh hari awal keterlambatan pembayaran. "Kemudian, tim yang bertugas mengingatkan pada 8-15 hari berikutnya, 16-30 hari hingga 31-60 hari jatuh tempo," ucapnya.

Atas perbuatannya, seluruh pelaku pinjol ilegal akan dijerat Pasal UU ITE kedua UU Perlindungan Konsumen dan UU Nomor 8 Tahun 99 khususnya Pasal 62. "Para pelaku pinjol ini bisa dipidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini