Share

Pinjol Ilegal di Mata Kapolda Metro: Manusia Dipaksa Menjadi Serigala bagi Sesamanya

Erfan Maaruf, iNews · Sabtu 29 Januari 2022 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 338 2539765 pinjol-ilegal-di-mata-kapolda-metro-manusia-dipaksa-menjadi-serigala-bagi-sesamanya-tgSXf6RCbH.jpg Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut pinjaman online (pinjol) ilegal bagaikan terjebak dalam lingkaran setan. Selain mengakibatkan orang merasa tercekik atas tagihan, kantor pinjol bahkan juga membuat pegawainya terjerat masalah.

Hal itu dikatakan Fadil dalam akun media sosialnya Instagram @Kapoldametrojaya dia membagikan kisah lain dari proses penggerebekan kantor pinjol ilegal di kawasan PIK, Jakarta Utara, pada Rabu (26/1/2022) yang dilakukan jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia bercerita soal adanya ibu dari salah seorang karyawan pinjol ilegal yang mengetahui kantor anaknya digerebek polisi.

"Ada sebuah cerita, beberapa saat setelah kantor pinjol ilegal diamankan ada orang tua yang datang dan mencari anaknya. Beliau cerita suaminya baru saja wafat karena Covid-19 dan sekarang ia mendengar kantor anaknya diamankan. Bak petir di siang bolong," tulis Fadil dikutip MNC, Sabtu (29/1/2022).

Baca juga:  Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di PIK, Polisi Amankan 27 Orang Termasuk WNA

Pada cerita sang anak mengaku bekerja di sebuah perusahaan yang legal. Namun, pada saat hari penggerebekan, sang ibu meminta anaknya untuk tidak masuk kerja. Namun, permintaan tersebut rupanya tidak dituruti.

"Firasat ibu tidak pernah salah. Padahal pagi itu sang ibu meminta anaknya tidak masuk kantor karena melihatnya tidak enak badan. Namun sang anak tetap berkomitmen untuk masuk kantor, tanggung, akhir bulan, bu'," tulis Fadil menirukan percakapan ibu dan anak itu.

Baca juga:   Dirkrimsus Tegaskan Tidak Ada Anak di Bawah Umur Kerja di Pinjol Ilegal

Sore harinya, ibu tersebut mengetahui kantor anaknya digerebek polisi di kasus pinjol ilegal. Fadil menyebut ibu tersebut sempat datang ke lokasi untuk menemui anaknya.

"Sekecewa apapun dengan anaknya, sang ibu tetap menanyakan anaknya 'apakah sudah minum obat? Sudah makan, nak? dengan sesak tangis yang tak terbendung. Dan berakhir ketika sang anak meminta ibu untuk pulang ke rumah sampai proses pendataan selesai. Dengan berat hati sang ibu meninggalkan TKP sambil menangis, pun di rumah sang adik tidak ada yang menjaga," tutur Fadil.

 

Berkaca dari cerita tersebut, Fadil menyebut praktik pinjol ilegal bagaikan lingkaran setan. Menurut Mantan Kapolda Jatim ini, praktik pinjol ilegal tersebut merugikan para pelaku hingga korban itu sendiri.

"Persoalan ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Ada sisi lain di balik karyawan pinjol ilegal, bagaikan lingkaran setan yang menjerat pelaku maupun korban. Manusia dipaksa menjadi serigala bagi sesamanya. Ini adalah kejahatan berat," tulis Fadil.

Lebih lanjut, Fadil menyebut pinjol ilegal merupakan musuh bersama. Dia meminta peran aktif masyarakat dalam melaporkan perkara itu ke pihak kepolisian.

"Mari kita saling mengingatkan, evaluasi diri, saling menjaga, saling membantu dan memutus lingkaran setan ini," katanya.

Dalam dua hari terakhir dua kantor pinjol ilegal digerebek polisi. Penggerebekan pertama dilakukan pada Rabu (26/1) di kawasan PIK, Jakarta Utara.

Saat itu 99 orang diamankan di lokasi. Satu orang manajer kantor tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sehari berselang, polisi kembali menggerebek kantor pinjol ilegal di Penjaringan, Jakarta Utara. 27 orang diamankan. Kantor tersebut pun melibatkan satu warga negara China yang mengisi posisi manajer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini