Share

Pengusaha di Depok Ngaku Disekap Orang Suruhan Perusahaan, Ini Faktanya

Antara, · Selasa 01 Februari 2022 02:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 338 2540799 pengusaha-di-depok-ngaku-disekap-orang-suruhan-perusahaan-ini-faktanya-jkINmoFXHJ.jpg Illustrasi (foto: Crypovest)

JAKARTA - Seorang pengusaha asal Kota Depok, berinisial AH (44) mengaku disekap dan dianiaya selama tiga hari, di salah satu hotel di kawasan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

AH pun menduga hal itu dilakukan oleh pihak suruhan perusahaan tempat ia bekerja yang menjabat sebagai direktur utama, karena disuruh untuk menyerahkan seluruh aset dan harta kekayaan karena dianggap telah melakukan penggelapan uang perusahaan selama dirinya bekerja.

Baca juga: Pengusaha Disekap di Hotel karena Dituduh Gelapkan Uang Proyek Rp73 Miliar

Menanggapi hal itu, pengacara manajemen PT I, Jun Fi membantah telah menyekap pengusaha AH di salah satu hotel kawasan Depok, Jawa Barat sekitar Agustus 2021.

"Apa yang disampaikan saudara Atet bahwa yang bersangkutan telah disekap terkait permasalahan utang oleh oknum TNI itu tidak benar," tegas Jun Fi di Jakarta, Senin (31/1/2022).

Baca juga: Kronologi Direktur Perusahaan Disekap 3 Hari di Hotel, Diduga Pengadaan Alutsista

Jun menduga AH telah memberikan pengakuan yang tidak benar terkait tuduhan penyekapan yang dilakukan pekerja perusahaan dan anggota TNI tersebut.

Ia juga mengungkapkan, kronologis berawal ketika seorang kerabat dari pimpinan PT I bertemu AH di Hotel Margo Depok pada 27 Agustus 2021. Saat itu, terjadi perdebatan antara kerabat pimpinan perusahaan dengan AH, sehingga istri AH berteriak-teriak di hotel.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian, petugas keamanan melaporkan peristiwa itu yang berujung dengan laporan dugaan penyekapan ke Polres Metro Kota Depok.

Jun mengungkapkan, pihaknya juga melaporkan AH terkait dugaan penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang senilai Rp77 miliar ke Polda Metro Jaya.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/4260/VIII/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 31 Agustus 2021 atas nama pelapor Zhafran Yafi sebagai kuasa dari Krisnawati.

"Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 2 November 2021," ungkap Jun.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Metro Kota Depok menetapkan empat tersangka terkait dugaan kasus penyekapan pengusaha setempat AH dan istri di Hotel Margo Depok.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes menuturkan keempat tersangka itu diduga terlibat penyekapan terhadap AH dan istri di Hotel Margo pada 25-27 Agustus 2021.

Kasus dugaan penyekapan itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1666/VIII/SPKT/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya dengan tuduhan tindak pidana umum merampas kemerdekaan seseorang sesuai Pasal 333 KUHP.

Polisi menduga penyebab penyekapan terhadap pasangan suami istri warga Kelurahan Kalimulia, Kecamatan Cilodong, Kota Depok tersebut dipicu masalah penggelapan uang perusahaan. AH dituduh telah menggelapkan uang sebesar Rp77 miliar milik perusahaan yang berakhir dengan dugaan penyekapan tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini