Share

Satgas Covid-19 Sidak Tempat Wisata dan Restoran di Kawasan Puncak, Ini Hasilnya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 01 Februari 2022 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 338 2540973 satgas-covid-19-sidak-tempat-wisata-dan-restoran-di-kawasan-puncak-ini-hasilnya-2sfvpfauOd.jpg Sidak di kawasan Puncak Bogor. (Foto: Putra R)

BOGOR - Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan sidak ke tempat wisata, hotel dan restoran di kawasan Puncak. Hal ini guna mengingatkan kepada pengelola dan pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Pantauan MNC Portal, sidak yang pertama dilakukan dengan menyambangi rumah makan Alam Sunda di Megamendung. Di sini, petugas memeriksa protokol kesehatan yang diterapkan oleh pengelola salah satunya terkait penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Hasilnya, pengunjung yang datang telah menaati aturan skrining PeduliLindungi. Termasuk juga protokol kesehatan seperti cuci tangan dan lainnya.

Baca juga: Ma'aruf Amin : Saya Harap Pandemi Covid-19 Tak Mengurangi Kehangatan Imlek

Kemudian, petugas kembali bergerak dengan mengunjungi tempat wisata Cimory Dairyland. Di tempat ini, petugas sempat meminta kepada pengelola untuk merapihkan antrean dan membatasi jumlah pengunjung seusai level PPKM Level 2.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana mengatakan sidak ini digelar dalam rangka mengingat kembali akan penguatan protokol kesehatan khsususnya di kawasan wisata Puncak. Jangan sampai ada kelalaian yang berakibat peningkatan kasus Covid-19 di kawasan tersebut.

"Kami lakukan sosialisasi kembali dikarenakan saat ini sudah mulai adanya kenaikan terhadap Omicron ini. Sehingga kami berkewajiban untuk mengedukasi kembali kepada masyarakat, baik pengunjung maupun obyek wisata atau tamu hotel, termasuk pengelola hotelnya," kata Iman, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Dari hasil sidak ini, terlihat memang terlihat ada peningkatan pengunjung yang dinilainya melebihi kapasitas di atas 50 persen. Kendati begitu, pihaknya hanya teguran, apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran serupa akan dikenakan sanksi.

"Kami sudah meminta kepada pengelola untuk setop di depan dulu tidak segera masuk. Sehingga yang sudah ada di sini (dalam) dikeluarkan. Tadi saya sampaikan kepada pengelola, tolong (pengunjung) diedukasi menggunakan pengeras suara agar protokol kesehatannya diterapkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini